Wuih, 140 Liter Tuak Suling Nias Gagal Beredar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Pernah dengar tuak suling Nias? Minuman keras tradisional yang telah mengalami proses penyulingan sehingga berwarna putih jernih dan kadar alkohol cukup tinggi. Nah, Selasa (28/8) pagi, polisi berhasil menggagalkan peredaran 140 liter tuak suling Nias melalui operasi pekat (penyakit) masyarakat.

Loading...

Informasi yang dihimpun, penggagalan peredaran minuman keras itu bermula saat personel dari Polsek Lolowau melakukan razia di Desa Lolowau, Kecamatan Lolowau, Nias Selatan (Nisel).

Petugas curiga terhadap satu unit mobil Avanza dengan nomor polisi BK 1468 QC. Saat dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat berkendara, petugas  menemukan empat jeriken besar berisi tuak suling dengan total 140 liter.

Mengetahui hal tersebut, petugas langsung mengamankan pengemudi serta mobil ke Polsek Lolowau. Kepada petugas, pengemudi mobil tersebut mengaku bernama Sahari Ndruru (36) yang merupakan warga Desa Orahili Huruna Kecamatan Onohazumba, Nisel.

Rencananya, tuak itu akan dibawa ke Kecamatan Teluk Dalam, Nisel. “Kita amankan empat jeriken yang berisi tuak suling dengan volume total sekitar 140 liter. Pengemudi mobil diupah Rp100 ribu untuk membawa tuak ke tempat tujuan,” kata Kapolsek Lolowau Iptu A. Yunus Siregar saat di konfirmasi wartawan.

Yunus Siregar menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi pekat untuk memberantas pererdaran minuman keras tanpa izin. “Ini sesuai dengan perintah Kapolres Nias Selatan untuk menegakkan Peraturan Bupati Nias Selatan Nomor 04.20_33 Tahun 2017 tentang Larangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Nias Selatan”, ungkap Yunus.

Reporter: Jef Tama
Editor: Rahmat Syahputra

Loading...

Komentar Facebook