Ternyata KY Pantau Khusus Hakim di Sumut Lantaran Integritasnya Kurang Baik

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Pemeriksaan sejumlah petinggi Pengadilan Negeri (PN) Medan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (28/8) lalu mengundang reaksi Komisi Yudisial (KY) untuk berkunjung ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Rabu (29/9).

Loading...

Komisioner KY yang juga Kabid Pengawasan Hakim KY, Sukma Violetta, bersama Kepala Biro (Karo) Pengawasan Hakim (Waskim), K.MS Roni dan tim bertemu Ketua PT Medan, Cicut Sutiarso membahas langkah-langkah untuk pengkondisian jajaran pengadilan Medan pasca pemeriksaan hakim PN Medan tersebut.

Kepada wartawan, Sukma Violetta menyatakan, berdasarkan catatan KY, hakim di Medan dan Sumut termasuk yang punya integritas kurang baik. “Kami belum mengambil ranking tapi di Sumut ini termasuk yang kami pantau secara khusus,” ujarnya usai bersua Ketua PT Medan, Cicut Sutiarso.

Dari catatan KY juga kata perempuan berhijab itu, rendahnya integritas aparat pengadilan di Medan nantinya akan disampaikan kepada jajaran pengadilan termasuk kepada Mahkamah Agung (MA).

“Catatan itu akan kami berikan kepada jajaran pengadilan termasuk kepada MA. Pihak pengadilan dan MA akan memperhatikan dan menindaklanjuti catatan dari KY jika kejadian ini tidak ingin terjadi lagi,” katanya.

Rendahnya integritas hakim di Sumut menurut Sukma tidak hanya untuk perkara tindak pidana korupsi (Tipikor), tapi juga semua jenis perkara. “Tidak khusus Tipikor, tapi semua jenis perkara. Artinya hakim yang menangani semua jenis perkara,” ungkapnya.

Diakuinya pula, kendati selama ini ada kerjasama antara KY, KPK dan MA terkait meningkatan integritas hakim khususnya bahkan untuk menghindari terjadinya operasi tangkap tangan (OTT). Namun pada kenyataannya belum berjalan sebagaimana mestinya. “Kami harus evaluasi karena kemarin lebih kepada meningkatkan kesadaran hakim bahwa di tangan mereka salah dan benar itu terletak,” beber Sukma.

Diakuinya, basis utama nihilnya terjadi pelanggaran hakim itu ada pada kesadaran individu. Untuk itu, KY memastikan akan terus melakukan upaya monitoring terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan oleh hakim. “Kami menyampaikan bahwa buat Komisi Yudisial, pengawasan tidak akan berhenti sekalipun tanpa pengawasan media,” pungkas Sukma.

Seperti diketahui, Selasa (28/8), KPK memeriksa Ketua PN Medan, Marsuddin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo (hakim ketua sidang Tamin Sukardi), dua hakim PN Medan, Sontan Merauke Sinaga (hakim anggota sidang Tamin Sukardi) dan Merry Purba (hakim anggota ad hoc sidang Tamin Sukardi), dua Panitera PN Medan, Oloan Sirait dan Elfandi serta Tamin Sukardi dan dua orang yang diduga sebagai pemberi suap untuk penanganan perkara Tamin Sukardi di PN Medan.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook