Petinggi dan Hakim PN Medan Bebas, Oknum Hakim Ad Hoc dan Panitera Jadi Tersangka

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Marsudin Nainggolan, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Wakilnya, Wahyu Prasetyo dan hakim PN Medan, Sontan Merauke Sinaga yang sebelumnya diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/8) akhirnya dipulangkan. Ketiganya pulang lantaran tidak terbukti menerima suap.

Loading...

Hal itu disampaikan Humas PN Medan, Erintuah Damanik, Rabu (29/8). “Dsri berita di media, bahwak KPK mengatakan, bapak pimpinan kami, Ketua Pengadilan Negeri Medan Dr Marsuddin Nainggolan SH dan Wakil, Wahyu Prasetyo SH MH, dan rekan kami, hakim Sontan Merauke dinyatakan tidak terlibat dalam kasus suap atau pemberian suap dalam kasus perkara Tamin Sukardi,” ujarnya.

Bukan karena operasi tangkap (OTT), tapi penjemputan pimpinan dan hakim PN Medan oleh KPK, kata Erintuah untuk dimintai keterangan. “Terbukti status mereka dibawa adalah untuk dimintai keterangan,” katanya.

Erintuah mengakui, pimpinan PN Medan dibawa dari Medan ke Jakarta, Selasa (28/8) sekitar pukul 19.00 WIB dan masih berada di Jakarta. “Kita tunggu beliau kembali ke PN Medan,” beber hakim aktif PN Medan tersebut.

Sementara itu, soal adanya penyegelan oleh KPK terhadap salah satu ruang di PN Medan, menurut Damanik pihaknya akan menanti langkah selanjutnya oleh KPK. Saat ditanya penetapan oknum hakim dan panitera sebagai tersangka menjadi bukti kurang baiknya integritas hakim, menurut Erintuah, kejadian tersebut tidak sampai satu persen alias jarang terjadi.

“Ketua PT dan PN selalu melakukan rapat rutin selain kegiatan kantor, juga selalu memberikan pengarahan kepada hakim menyangkut integritas dalam penanganan perkara. Kalau ada satu dua artinya dari sekian hakim hanya sekian persen, hanyalah oknum, hakim manusia tempat kesalahan dan dosa,” ucapnya.

Sementara itu, usai pemeriksaan terhadap  pihak PN Medan, KPK menetapkan Hakim Adhoc Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan Merry Purba sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi di PN Medan.

Selain Merry Purba, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni Helpandi selaku panitera pengganti PN Medan, Tamin Sukardi selaku pihak swasta serta Hadi Setiawan yang merupakan orang kepercayaan Tamin.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook