Promosi Jabatan Ketua dan Wakil Ketua PN Medan Ditunda

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menunda proses mutasi dan promosi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Marsuddin Nainggolan dan Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Keputusan itu menyusul pemeriksaan terhadap keduanya oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/8) lalu.

Loading...

“Untuk sementara ditunda dulu (promosi jabatan terhadap Marsudin dan Wahyu). Nanti dalam beberapa hari ke depan akan ditindaklanjuti,” kata juru bicara MA Suhadi di Jakarta, Kamis (30/8) dikutip dari inews.id.

Sedianya, Tim Promosi dan Mutasi (TPM) MA akan mempromosikan Marsudin menjadi hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Bali. Sementara, Wahyu dipromosikan menjadi Ketua PN Serang, Banten.

“Proses promosi dan mutasi untuk yang bersangkutan akan menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawasan (Bawas) MA dan Komisi Yudisial (KY). Jika sudah diketahui ada pelanggaran etik atau tidak, baru nanti ditindaklanjuti, karena memang belum ada serah terima jabatan,” ungkap Suhadi.

Menurut dia, Bawas MA sudah melakukan investigasi terkait OTT oleh KPK yang sempat menyeret nama Marsudin dan Wahyu. “Semua butuh proses, ini tentu memakan waktu karena harus menunggu yang bersangkutan kembali dari Jakarta,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Humas PN Medan, Erintuah Damanik, mengatakan, sesuai rencananya, serah terima jabatan (Sertijab) ketua PN Medan akan digelar 5 September mendatang. “Kalau tidak ada pembawaan, rencana tanggal 5 ada Sertijab. Cuma karena ada kejadian kemarin (pemeriksaan KPK), tanggal 3 September akan langsung dilakukan pelantikan ketua dan wakil ketua PN (Medan) yang baru,” ujar Erintuah, Rabu (29/8).

Sementara itu, Erintuah mengatakan, Marsudin dipromosikan menjadi hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Bali. Sementara, Wahyu dipromosikan menjadi Ketua PN Serang, Banten.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook