Raonraon Medan Berjaya di Ajang Toraja Film Festival 2018

Sabet Karya Terbaik Kategori Video Profil Pariwasata Nusantara

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Dinas Pariwisata Kota Medan mengukir sejarah penting bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif secara nasional. Video promosi pariwisata yang dibesut para kreator Medan mendapat penghargaan sebagai Karya Terbaik dalam ketegori Video Profil Pariwisata Nusantara di ajang Toraja Film Festival (TFF) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Loading...

Video promosi pariwisata Kota Medan yang berjudul Raonraon Medan menyabet Penghargaan TFF Terbaik setelah menyisihkan 23 karya seni meracik audio visual dari berbagai daerah lain di Indonesia yang masuk dan diseleksi ketat oleh panitia TFF 2018. Sedangkan untuk ketegori utama, film pendek dokumenter dan fiksi diikuti ratusan peserta se Indonesia dan juga ada yang berasal dari Malaysia dan Palestina.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Drs Agus Suriyono diwakili Sekretaris Dinas Drs Said Chaidir MSP dan Kepala Bidang Destinasi Wisata Lilik SH menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, Harli Patriatno, Jumat (31/8) di Lapangan Bakti Rantopao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Ikut serta menghadiri Malam Pengenugerahan itu Produser Chairil Huda dan Onny Kresnawan selaku Sutradara Raonraon Medan.

Said Chaidir mengatakan, penghargaan ini merupakan suatu pencapaian yang baik bagi industri pariwisata di kota Medan, di mana video promosi yang dilahirkan lewat tangan kreatif anak-anak Kota Medan akhirnya diakui se Nusantara menjadi yang terbaik. Pihaknya berharap video terbaik ini mampu meningkatkan animo public secara langsung bagaimana potret pariwisata sesungguhnya, mulai wisata kuliner, religi, budaya, lingkungan dan lainnya

“Ayo Raon-Raon (Jalan-jalan) ke Medan,” ajaknya di hadapan Bupati Toraja Utara, Sekda Sulawesi Selatan serta sejumlah Pejabat Daerah, Dewan Juri Nasional, Pusbang Film, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Badan Ekonomi Kreatif, Lembaga Sensor Film beserta undangan Peserta Nominasi dari berbagai daerah.

Sutradara raonraon medan Onny Kresnawan

Sementara itu, Sutradara Onny Kresnawan memaparkan, video yang dihasilkan merupakan karya seni racik gambar bergerak yang digarap dengan kekuatan konsep visual dan konten pariwisata yang lengkap. Penonton diajak raonraon (berkeliling, red) di Kota Medan bersama dua orang talent, Adit dan Angelista ke sejumlah destinasi wisata yang mengambarkan keberagaman Agama, Adat serta Seni dan Budaya. Semisal, wisata religi ke Masjid Raya, Gereja, Kuil, Vihara.

Selain itu kata Onny ada pula ragam kuliner tersohor Ucok durian, Markisa Noerlen, Pondok Pisang serta sejumlah tempat kunjungan wisata sejarah dan bangunan tua Istana Maimon, London Sumatera, Chong Afie hingga wisata lingkungan seperti sungai deli, hutan mangrove dan kebun binatang. Begitu pula dengan wisata kreatif seni Batik Medan dan ulos merupakan sesuatu yang patut dikemukakan di Kota Medan dalam dunia kepariwisataanya. Dan, yang tak kalah penting menurut Onny adalah, peran editor muda berbakat yakni Gilang Nuansafitrah Kresnawan dalam gaya “menjahit” karya video mampu membangkitkan daya pukau penonton.

“Wisata di Kota Medan sesungguhnya cukup lengkap, jadi kami ambil semua potretnya sebaik mungkin dengan teknis pengambilan gambar serta alat maksimal yang dimiliki. Kami sangat berterimakasih kepada Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dan Kadis Pariwisata Drs Agus Suriyono yang merenspon positif serta berharap terus mendukung industri kreatif  audio visual sebagai bagian memajukan pariwisata Kota Medan,” kata Onny Kresnawan yang juga sebelumnya telah beberapa kali mendapat penghargaan film di tingkat nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Presiden TFF Bello Tarran mengatakan Toraja Film Festival ini hadir untuk menghidupkan dunia perfilman daerah yang berskala nasional. Para mentor workshop dan jurinya berasal dari kalangan professional yang telah diakui secara nasional.

“Katakanlah, meski berada di kampung namun ajang TFF kami buktikan bukan kampungan” ujar Bello Tarran mengutip pernyataan semangat Pembina TFF Tino Saroenggalo.

“Terbukti, jumlah peserta tahun ini cukup banyak hingga 107 karya film dengan berbagai kategori, antusias para penggiat film ternyata semakin banyak dari seluruh Indonesia” tambahnya.

Pada acara Malam Anugerah TFF itu, Bello Tarran juga mengajak hadirin untuk berdoa mengenang jasa Tokoh Perfilman Nasional asal Toraja Tino Saroenggalo, yang baru beberapa hari lalu tutup usia. Serta memutar karya film dokumenter terakhir Tino tentang kebudayaan Toraja. Tampak hadir dalam Malam Anugerah TFF itu para pegiat film dan sineas nasional  Igp Wiranegara, Daniel Rudi Haryanto, Taufan Agustiyan Prakoso dan film maker muda lainnya berasal dari berbagai daerah.

Di kesempatan yang sama, Bupati Toraja Utara   Kalatiku Paembonan menyampaikan, Toraja Film Festival ini digelar sudah yang  ke 2, kami secara daerah akan menetapkannya sebagai bagian kegiatan setiap tahunnya dan akan masuk sebagai kalender even Sulawesi Selatan dan lebih berjuang lagi sebagai ajang tahunan secara nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi selatan yang dibacakan Sekda Sulsel Taototo Tanaranggina mengatakan, Pemprov Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi festival film ini. Pemprov melihat melihat ada pembangunan Kabupaten Toraja Utara dalam industri kreatif perfilman dan sektor pariwisata. “Saya berharap ajang ini bukan sebagai bagian perayaan mengejar kemenangan melainkan sebagai forum edukasi masyarakat khususnya dalam meningkatkan pariwisata dan menjaga budaya,” ucapnya.  (Bim/Rel)

 

Berikut seluruh kategori Pemenang Terbaik TFF 2018

Film Fiksi Kategori Peserta Umum

Judul : Mimi Lan Mintuna

Sutradara : Muh Ridwan

Produksi : Menepi Film Yogyakarta

Film Dokumenter Kategori Peserta Umum

Judul : Benteng Pangan Cipta Gelar

Sutradara : Yoyo Sutarya

Produksi : Eagle Institute Indonesia

Film Fiksi Kategori Peserta Khusus

Judul : Saruran Sisambung

Sutradara : Gideon Palondongan

Produksi : Londe Home Production

Film Dokumenter Kategori Peserta Khusus

Judul : Aku Bukan Toraja

Sutradara : Yesintia Tiku

Produksi : Mata Wai SMA Negeri 2 Rantepao

Video Profil Pariwisata Nusantara

Judul : Raonraon Medan

Sutradara : Onny Kresnawan

Produksi : Dinas Pariwisata Kota Medan

Loading...

Komentar Facebook