Sepasang Suami Istri Giring Pegawai KUA Belawan Dipenjara Satu Tahun, Ini Penyebabnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Nurma, apatur sipil negara (ASN) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Belawan harus merasakan setahun di balik penjara lantaran laporan sepasang pengantin baru.

Loading...

Pasalnya, suami-istri yang baru menikah bernama Suryani dan Faisal melalui kakaknya Dede Sumarna dan Juliani meminta agar Nurma menerbitkan buku nikah dengan status jejaka dan perawan kendati masing-masing pernah menikah dan akhirnya cerai di bawah tangan. Permintaan tersebut disanggupi Nurma dengan syarat harus membayar Rp2 juta yang selanjutnya membuat Nurma tertangkap dan diproses di pengadilan karena kasus pungutan liar (pungli).

“Menyatakan terdakwa Nurma bersalah dan diganjar dengan hukuman pidana penjara satu tahun karena terbukti mengutip biaya pada penerbitan Buku Nikah pasangan pengantin baru,” ujar hakim ketua Syafril Batubara dalam amar putusannya  di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/8). Terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider  satu bulan kurungan.

Nurma dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana

Menyikapi putusan ini, terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU Akbar Pramadhana, terdakwa dituntut satu  tahun dan dua bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma diringkus dalam operasi tangkap tangan Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu pada 14 Februari 2018 silam sesaat setelah Dede Sunarna dan Suriani memberikan dana Rp2 juta yang diminta Nurma di kantornya.

Bahkan, saat dilakukan pemeriksaan dan penggeladahan, ditemukan uang sebesar Rp4,2 juta di laci meja terdakwa yang ternyata sebelumnya terdakwa juga telah meminta dengan paksa dan menerima sejumlah uang dari para calon mempelai atau orang tua dari calon mempelai dalam pengurusan buku nikah.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook