Muchrid Nasution: Ngabalin Itu Tokoh Kontroversial, Bikin Jelek Marga Nasution

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Penabalan marga Nasution kepada Ali Mochtar Ngabalin mendapat reaksi keras putra daerah Mandailing Natal (Madina) yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Sumut, Muchrid Nasution.

Loading...

Kepada Publika, Selasa (4/9), Muchrid mengatakan, penabalan marga Nasution harus diberikan kepada seseorang yang sesuai dan memenuhi kriteria. “Apakah beliau (Ngabalin) tokoh panutan? Tidak, beliau malah tokoh kontroversial. Cara bicaranya tidak seperti orang Mandailing yang patuh, taat terhadap adat, dan santun,” ujarnya.

Kendati merupakan tokoh, politisi Partai Golkar tersebut menyebut tidak gampang memberikan marga khususnya Nasution. Orang yang diberi marga harus memenuhi sejumlah kriteria. “Pertama, ada hubungan darah dengan marga Nasution. Kemudian dia tokoh panutan, dan dia juga telah berbuat terhadap daerah itu, terutama di Madina,” bebernya.

Namun sayangnya kata pria yang biasa disapa Choky itu, tidak ada satu kriteria pun yang bisa dipenuhi pria yang juga Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden. “Beliau (Ngabalin) dengan tiga kriteria ini belum terpenuhi. Dan dia ujug-ujug datang tiba-tiba diberi marga. Apa sih yang sudah dibuatnya untuk Mandailing? Apa ada hubungan darah dengan Mandailing? Kriteria itu tidak terpenuhi oleh dia. Maka itu kami menilai cacat dia diberi marga Nasution,” ucap pria yang juga Anggota DPRD Sumut itu.

Ngabalin yang baru menjabat Komisaris PT Angkasa Pura (AP) I, Muchrid memperkirakan, malah akan memberi citra jelek bagi marga Nasution. Dengan tingkah laku dia hari ini, tidak ada alasan memberikan pemahaman marga tersebut. Bahkan, Muchrid mensinyalir, hal itu dilakukan lantaran mempunyai tujuan politik. “Jangan adat-istiadat, budaya ini dibawa ke politik karena kepentingan sesaat. Kita gak mau. Saya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Ikanas Sumut meminta ini ditinjau kembali,” ujarnya.

Bahkan, pasca kejadian itu, kata Muchrid, banyak tokoh-tokoh adat Madina yang tidak sepakat. “Saya sudah cek tokoh adat di Madina, mereka juga tidak sepakat dengan pemberian marga itu. Lalu ini siapa yang memprakarsai?” ucapnya

Saat ditanyakan kemungkinan ada tujuan  tertentu Ngabalin pasca menyandang marga tersebut, dia mengaku belum tahu. “Belum tahu, belum dapat tujuannya apa. Tapi kita meninjau kriteria saja. Tidak gampang-gampang saja memberi marga,” pungkasnya.

Seperti diketahui penabalan marga Nasution kepada Ngabalin secara resmi ditabalkan oleh sejumlah raja di Kabupaten Mandailing Natal, berlangsung di pendopo rumah dinas Bupati Mandailing Natal, Jumat (31/8) malam.

Acara penabalan itu dihadiri Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, tokoh masyarakat serta Nagabalin.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook