Usai Minum Tuak, Sandro Tewas Dibunuh Temannya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Kematian Sandro Simanjuntak, 35, warga Desa Purba Tua, Kecamatan Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang sebelumnya ditemukan tewas membusuk di areal perkebunan warga kini terungkap.

Loading...

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi yang diperoleh, Sat Reskrim Polres Tapsel selanjutnya mengamankan Gimsar Simanjuntak, warga Desa Purba Tua, Kecamatan Tantom, Tapsel.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa, SIK, Selasa (4/9) yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menuturkan, pihaknya telah mengamankan Gimsar Simanjuntak atas dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Sandro Simanjuntak.

“Dari keterangannya, Gismar Simanjuntak telah mengakui melakukan pembunuhan terhadap Sandro Simanjuntak,” ujarnya.

Kasat menjelaskan, peristiwa pembunuhan tersebut berawal pada Minggu (26/8) sekira pukul 20.00 WIB, saat itu tersangka sedang minum tuak dengan Sandro Simanjuntak di samping warung milik Alpon Simanjuntak.

“Kemudian datang anak tersangka bernama Hercules Simanjuntak dengan membawa kotak musik. Selanjutnya Sandro Simanjuntak mengganggu Hercules Simanjuntak. Saat itu Hercules Simanjuntak mengeluarkan kata tak senonoh terhadap Sandro,” kata Kasat.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, lanjut Ismawansa, Sandro Simanjuntak mengatakan kepada Hercules Simanjuntak akan membunuh orang yang mengajari Hercules Simanjuntak mengucapkan kata tak senonoh. “Setelah itu tersangka bersama anaknya pulang,” lanjutnya.

Tak berselang lama, dengan membawa sebilah pisau tersangka kembali ke tempat semula dan bertemu dengan korban Sandro Simanjuntak. “Di situ tersangka langsung memberikan sebilah pisau tersebut kepada Sandro Simanjuntak sambil mengatakan ‘bunuh lah siapa yg mau kau bunuh’. Lalu Sandro Simanjuntak mengambil pisau tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Kasat, tersangka dan korban pergi meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat milik tersangka. “Saat dalam perjalanan, sesampainya di TKP di areal perkebunan milik Kolbert Simanjuntak, korban meminta tersangka menghentikan sepeda motor dengan alasan buang air kecil. Tersangka yang saat itu menunggu di atas sepeda motor diminta korban untuk datang menemani dengan alasan takut. Tersangka yang mendatangi korban melihat sebilah pisau di tangan kiri Sandro, mencoba merebut pisau tersebut dan terjadilah perkelahian.  Tersangka berhasil mengambil pisau itu dari tangan korban lalu menikam dan membacok korban berkali-kali yang mengenai kepala dan dada korban,” tuturnya.

Melihat korban terkapar dan tidak bergerak lagi, tersangka kemudian menancapkan pisau tersebut di batang pohon aren dan meninggalkan korban. “Sesampainya di rumah, tersangka menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya Epi Pakpahan,” sebut Kasat.

Menurut Kasat, tersangkat dijerat dengan pasal 340 subsidair pasal 338 KUHPidana. “Saat ini kita masih melengkapi berkas perkara tersangka untuk dilimpah ke kejaksaan,” ucap Ismawansa.

Sebelumnya, Rabu (29/8), warga Desa Purba Tua, Kecamatan Tanah Tombangan (Tantom) mendadak heboh dengan penemuan sesosok mayat di kebun milik warga. Mayat yang diketahui identitasnya adalah Sandro Simanjuntak, warga Desa Purba Tua, Kecamatan Tantom, Tapsel ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi tewas membusuk dengan posisi telentang di kebun milik Kolbert Simanjuntak. Mendapati temuan tersebut, warga langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.

Reporter: Andi Nasution

Editor: Syukri Amal

Loading...

Komentar Facebook