Keren, Konferensi Bertaraf Internasional Pertama Digelar Magister Komunikasi USU

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Magister Ilmu Komunikasi dan Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (IMAMIKOM) menyelenggarakan konferensi komunikasi bertaraf internasional pertama di Universitas Sumatera Utara (USU) mulai Jumat (7/9) hingga Sabtu (8/9).

Loading...

Konferensi yang baru pertama kali digelar itu berjudul  “1st International Conference of Communications Social Cultural Development and Digital Technology 1st COMM DT Media and Virtual Communication Perspective in  “The Era Zaman Now” 4.0, yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis FISIP USU ke-38.

Pembicara utama dalam acara itu menghadirkan Prof. Lusiana Andriani Lubis, MA, Ph.D – Universitas Sumatera Utara; Dr.Ir.Basuki Yusuf Iskandar, MA – KEMKOMINFO RI; Prof. Dato’ Dr. Adnan Hussein – Universitas Sains Malaysia; Dr. Suwandi Sumartias, M.Si – Universitas Padjajaran Bandung; Dr. Shuhaida Md Noor – Universitas Sains Malaysia; dan Drs. Syafruddin Pohan, M.Si, Ph.D – Universitas Sumatera Utara.

“ICOMM – DT 2018 adalah acara yang diselengarakan oleh Program Studi Komunikasi di Universitas Sumatera Utara yang menyediakan forum untuk presentasi dan konferensi terkait tentang Komunkasi Manusia, Massa dan Media Sosial Komunikasi Antarbudaya, Hukum, dan Etika Media dan Komunikasi Pemasaran Terpadu,” kata pembicara yang juga Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi USU, Lusiana Andriani dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (8/9).

“Karya ini bertujuan untuk menaikkan pangkat Universitas Sumatera Utara untuk mempertahankan dan juga untuk memperkenalkan Program Studi Komunikasi Universitas Sumatera Utara di tingkat internasional atau domestik” sambungnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan, keberadaan media online memiliki dampak positif dan negatif. Hal itu menurutnya tak bisa dihindari. “Seperti game online yang membuat anak-anak ketagihan. Foto selfie, yang selalu berfoto tapi tak pernah dicetak yang membuat usaha cetak foto jadi sepi. Itulah contoh kecilnya,” ungkapnya.

Acara tersebut berhasil mengumpulkan 73 peserta yang berasal dari berbagai negara, seperti Malaysia, Thailand, Taiwan, Iran dan Indonesia. Dari acara ini didapatkan hasil bahwa perkembangan teknologi telah merubah sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat. Mulai dari lahirnya nilai-nilai baru, kepercayaan dan kebiasaan sebagai budaya baru.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemkominfo, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, bahwa zaman sudah berubah. Era teknologi informasi online menguasai perkembangan bisnis, tidak hanya di Indonesia, namun juga dunia.

“Dunia sudah berubah, khususnya di masa 4.0 ini. Contohnya, Gojek. Walau hanya memiliki platform komunikasi online, namun bila investor disuruh memilih, mau berinvestasi di Gojek atau di Garuda yang telah memiliki ratusan pesawat, pasti investornya lebih memilih Gojek,” ungkapnya.

Untuk itu, Basuki mengajak para peserta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat, perkembangan suatu bangsa tergantung kepada SDM masyarakatnya. “SDM itu tak lepas dari komunikasi dan orang komunikasi. Minimal harus tahu konten analisa tapi bukan yang konvensional. Intinya, kita harus berubah karena petanya sudah berubah,” ungkapnya.

Paprach Thapthep, salah seorang peserta asal Thailand dalam bahasa Inffriya mengaku senang dirinya dapat bergabug dalam konferensi internasional.

“Saya senang bahwa saya bergabung di konferensi internasional ini. Ini kali kedua saya ikut konferensi internasional. Tapi saya harap bahwa ICOMM DT dapat terus berlanjut dan lebih baik lain waktu,” ungkapnya.

Nadira Lorencia Utami, salah seorang peserta asal Universitas Sumatera Utara berharap, ICOMM-DT 2018 dapat menjadi platform bagi para akademisi untuk mempublikasikan penelitian mereka.

“Mendiskusikan solusi untuk memecahkan masalah dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perkembangan media dan komunikasi. Tentu saja, untuk selalu menjaga jaringan di seluruh dunia,” pungkasnya.

Reporter: Jef Tama
Editor: Syukri Amal

Loading...

Komentar Facebook