Digarap Sehari, Video Klip The NUNA “Pasti Terganti” Segera Ramaikan Blantika Musik

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Dua musisi asal Sumatera Utara, Wisnu Bangun dan Hanna Pagiet siap menggebrak blantika musik dan audio visual di tanah air. Duo yang dinamai Nuna tersebut baru saja  menyelesaikan proses pengambilan gambar untuk klip video hit single berjudul “Pasti Terganti”.

Loading...

Uniknya, proses penggarapan klip video ini dilakukan secara keroyokan oleh banyak komunitas pekerja seni, insan film daerah dan juga nasional.

“Yang menjadikan ini luarbiasa adalah kita mengerjakannya secara keroyokan. Secara industri, project ini tentu sangat mahal budget-nya. Tapi dengan konsep kolektif gotong royong kita bisa memaksimalkan pembiayaanya.

Karena kawan-kawan bisa menyumbangkan apa saja keahliannya pada proses produksi. Intinya semua ini tentang berkarya bersama tapi tak mengenyapingkan prefesinalistasnya” ujar Produser The NUNA, Ori Semloko, kepada wartawan baru lalu di sela-sela produksi.

Video klip yang pengambilan gambar sendiri dilakukan sehari penuh di sebuah bangunan tua bekas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu menurut ORI menjadi kebanggan lantaran bisa menyatukan banyak seniman berkelas untuk bersama menggarap The NUNA ini, seperti dengan melibatkan filmmaker dari Esefde Films, Onny Kresnawan, dengan menjadikannya sebagai Senior Consultant.

Onny Kresnawan yang juga baru lalu menyelesaikan video kilp OST Film Haji Asrama, langsung ikut serta di lokasi shooting bersama timnya, mengatakan salut dan takjub bisa memproduksi proyek tersebut secara bergotong-royong.

“Secara pribadi saya sangat menyambut baik ketika Tim The Nuna datang dan menyampaikan keinginannya untuk memproduksi video klip itu secara keroyokan. Kemudian kita wujudkan komitmen kebersamaan berkarya itu dengan sumbang pikiran, bahkan lebih jauh kita turunkan tim Esefde Films beserta alat produksi sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Onny mengaku sempat menikmati kerja kerja produksi bersama di lapangan. “Ini sangat menarik dan menurut saya sebuah proses berkarya yang tak sekedar menargetkan hasil produk terbaik, tapi juga bisa menjadi ruang merawat kebersamaan diantara komunitas berkesenian antar daerah,” kata Onny yang juga Koordinator Komite Film Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU).

Sang Sutradara Danny, mengatakan puas atas proses shooting video klip berjudul Pasti Terganti. “The NUNA, kru dan semua yang terlibat dalam pekerjaan ini bekerja cukup professional dan maksimal, sehingga kita berharap hasil akhir sesuai dengan harapan. Kita lihat aja nanti ya,” katanya. Danny yang juga alumni IKJ dan banyak terlibat di proses kreatif film layar lebar nasional, mengaku takjub atas sumbangsih yang diberikan secara personal maupun komunitas pada saat proses produksi.

“Ini hebat, bahkan untuk konsumsi para kru ada pihak yang menyumbang makanan dan segala macam kebutuhan lainnya. Semangat kegotongroyongan dalam berkarya sangat terasa di sini” ujar Danny.

The NUNA sendiri hadir di tahun 2018 dari kolaborasi dua musikus (arranger dengan vokalis) Wisnu-Hanna, menyuguhkan karya musik bergenre DBM (Digital Balads Music) ke tengah para khalayak. Genre ini memadukan sistematika digital-music dengan pelbagai idiom musik tradisi nusantara.

“Dikemas dalam balutan musik popular, kami berharap musik kami easty listening di telinga penikmat dari beragam kalangan,” kata Wisnu Bangun didampingi Hanna Pagiet. Mereka berharap sajin musik yang mereka kemas dapat memperkenalkan kekayaan bebunyian nusantara.

“The Nuna, semoga dapat mengibur dan diterima pasar musik Indonesia,” kata Hanna Pagiet yang juga baru menyelesaikan Film Dokumenter Kaldera Toba besutan Sutradara Onny Kresnawan.

Pasti Terganti bercerita tentang seorang gadis kecil yang ditinggalkan oleh sahabatnya seorang diri di gedung tua yang sudah lama tak terpakai. Sepeninggal sahabatnya, ia hanya ditemani oleh anak kucing yang juga tersesat di gedung tersebut.(rel/Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook