Ini Tuntutan KAMMI Saat Aksi di DPRD Sumut Terkait Kenaikan Dollar AS

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Senin (10/9)

Loading...

Aksi unjuk rasa itu dilakukan dengan enam tuntutan yang dinilai menjadi biang kerok merosotnya perekonomian Indonesia. Tuntutan itu yakni, menghentikan impor dan mewujudkan kedaulatan pangan lokal, mendesak agar menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia dicopot, menolak kedatangan IMF dan World Bank, menyelamatkan perekonomian Indonesia dari cengkeraman neoliberalisme dan kapitalisme dan menstabilkan harga komoditas pangan.

Kordinator aksi, Hadi Mansyur, mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan terkait kenaikan Dollar AS yang semakin tinggi, memberikan pengaruh besar terhadap sistem perekonomian di Indonesia.

“Dengan kenaikan harga Dollar AS membuat harga bahan pokok juga naik. Bahkan semua bahan pokok kita juga impor,” katanya.

Hadi menjelaskan, hampir semua kebutuhan bahan pokok diimpor, mulai dari beras sampai garam yang harus diimpor oleh pemerintah.

“Nah, ini bentuk kekhwatiran kita. Belum lagi melihat pemerintah yang hanya diam Dan ini sangat membuat masyarakat resah. Hari ini kami menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD yang katanya kantor perwakilan untuk rakyat tapi mana tidak ada satu pun dari anggota dewan yang turun menanggapi aksi kami, mereka hanya diam saja,” ucapnya.

Aksi unjuk rasa itu nyaris memancing emosi pengunjuk rasa lantaran tidak ada tanggapan dari salah dewan anggota dewan. Sejumlah mahasiswa geram dan mendorong-dorong pintu gerbang kantor DPRD Sumut.

Tampak puluhan gabungan kepolisian dari Satuan Sabhara Polrestabes Medan dan jajaran Polsek Medan baru siaga dengan satu unit mobil watercanon. Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, juga hadir di lokasi.

Reporter: Kartik Byma
Editor: Syukri Amal

Loading...

Komentar Facebook