Seluruh Masyarakat Sumut Adalah Tuan Rumah MTQ Nasional 2018

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Seluruh masyarakat Sumatera Utara adalah tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tahun 2018. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat diharapkan turut aktif ikut mensosialisasikannya.

Loading...

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Sabrina yang juga merupakan Ketua Umum Panitia MTQN XXVII saat menjadi pembicara dalam acara seminar informasi aktual Biro Humas dan Keprotokolan Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Antares, Medan, Rabu (12/9).

“Mari bersama-sama kita, masyarakat Sumatera Utara untuk memeriahkan dan menjadi tuan rumah yang baik, kawan-kawan media ini juga bagian masyarakat Sumatera Utara, jadi kawan-kawan media bantu meriahkan MTQN,” katanya.

Foto: Sekdaprovsu Sabrina memaparkan persiapan aktual MTQ Nasional 2018

Jika seluruh masyarakat bersatu dalam mensukseskan MTQN tersebut, Sabrina yakin marwah Sumatera Utara akan meningkat.

“Karena kedatangan tamu kita, berdampak ekonomi, di situ kita juga bisa mengenalkan transportasi kita yang khas seperti becak,” ujarnya.

Terkait dengan persiapan MTQN, Sabrina mengatakan panitia telah siap. Panitia telah berkoordinasi dengan Kemenag terkait hal tersebut. Khususnya dengan persiapan acara pembukaan MTQN yang akan dihadiri dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo.

“Selain itu, Astaka atau arena utama MTQ telah selesai 100 persen, kita juga telah menyiapkan undangan ke seluruh provinsi di seluruh Indonesia, dan beberapa hal lain yang telah siap,” ujarnya.

Selain itu, infrastruktur atau sarana jalan menuju astaka di Jalan Pancing juga telah siap. Pedagang-pedagang yang berada di pinggir jalan juga telah dikondisikan oleh Pemko Medan.

“Meski begitu, pedagang-pedagang yang telah dipindahkan tetap diberi pengarahan bahwa pemindahan mereka merupakan bagian dari dukungan mereka kepada acara MTQN, selain itu mereka juga diberikan tempat yang baru, kita juga prioritaskan masyarakat agar tetap punya penghidupan,” katanya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Muhammadiyah Amin MAg mengatakan MTQN adalah acara yang bergengsi, banyak gubernur yang meminta untuk menjadi tuan rumah MTQN.
“Tidak banyak daerah yang menjadi tuan rumah MTQ Nasional sebanyak dua kali. Hanya Kota Medan (Sumatera Utara) dan Mataram, yang pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional dua kali. Ada 9 daerah yang belum pernah jadi tuan rumah,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Amin, MTQN merupakan momentum memperat ukhuwah Islamiyah, terutama generasi muda, untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran.

Sementara itu, akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Syahrin Harahap mengatakan penyelenggaraan MTQN di Sumut akan mendatangkan pemasukan bagi daerah.

“Yang akan datang nanti bukan hanya kafilah, keluarga-keluarganya juga akan datang. Kita berharap media juga membantu memeriahkan MTQN yang diadakan di Sumatera Utara tersebut. Ini semua untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Usai acara seminar, seluruh peserta dan nara sumber yang hadir, juga melakukan peninjauan ke lokasi atau arena utama (Astaka) pelaksanaan MTQN XXVII di Jalan Pancing, yang telah rampung 100 % pembangunannya.

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook