Sekolah di Medan Tunda Belajar-Mengajar Karena Bersihkan Sisa Banjir

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – SMP Negeri 10 Medan di Jalan Jamin Ginting mengalami kebanjiran setelah hujan deras kemarin. Akibatnya, kegiatan belajar-mengajar pun terganggu.

Loading...

Pada Senin (17/9), pihak sekolah bersama para pelajar secara gotong royong melakukan pembersihan lumpur serta sisa banjir.

Peralatan sekolah hingga ruangan juga mereka bersihkan dari jejak lumpur. Para pelajar disana memang tidak diliburkan oleh pihak sekolah.

Guru SMP Negeri 10 Medan, Diana Saragih mengatakan, proses belajar-mengajar memang tidak bisa dilakukan mengingat kondisinya tak memungkinkan.

“Kita ajak para siswa untuk membersihkan kelasnya masing-masing,” kata Diana.

Menurut dia, banjir yang menerjang kali ini cukup parah. Sebab, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Komputer di laboratorium disana terendam, termasuk juga buku-buku.

“Kali ini kondisinya parah karena banjirnya hari Minggu. Kalau hari biasa tidak separah ini, kita bisa ikuti aliran airnya waktu surut, jadi tidak begitu kotor,” ujar Diana.

Untuk kegiatan belajar-mengajar, kata dia akan dilakukan pada esok hari.  Diana menyebut, di SMP Negeri 10 Medan terdapat 1.160 pelajar.

“Besok sudah mulai normal,” jelas Diana. (Jef Tama)

Loading...

Komentar Facebook