Dor! BNN Tembak Mati Pembeli Sabu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) menembak mati pembeli sabu. Pelaku ditembak karena melakukan perlawanan terhadap petugas.

Loading...

“Pelaku BYK, dia melakukan perlawanan, sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur, melakukan penembakan dan mengenai punggung pelaku,” kata Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin dalam keterangannya, Selasa (18/9).

Selain menembak mati BYK, petugas menangkap 7 pelaku lainnya. Ketujuhnya yakni MA, ZK alias AG, MR alias IJ, ZL, IS, MM dan RZ. Dari pengungkapan ini, petugas menyita barang bukti 2 kg sabu, satu unit becak barang, 10 unit HP dan 10 tas.

Agus menjelaskan, pengungkapan ini bermula saat petugas mendapatkan informasi adanya peredaran sabu pada Rabu (11/9). Saat itu, diketahui adanya jaringan sabu dikendalikan oleh MA. Namun, melalui perantara dua napi Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, ZK dan MR.

“Keduanya berperan sebagai mencari penjual atau pembeli sabu. MA yang berada di Bekasi menyuruh JF (DPO) yang berperan sebagai pengendali gudang penyimpanan sabu. Diperintahkan ZL untuk mengantar sabu sebanyak dua bungkus kepada pembeli yaitu IS sebanyak satu bungkus,” ucapnya.

“Sedangkan BYK sebanyak satu bungkus yang akan bertemu kurirnya RZ, rumahnya di Sunggal. Kemudian, JF sebagai pengendali menyuruh ZL, yang dimana rumahnya juga dijadikan tempat penyimpan sabu, dalam penyimpanan ini melibatkan istrinya MM,” sambung Agus.

Dalam penyelidikan, petugas menangkap ZL di Jalan Setia Makmur, Sunggal, Deli Serdang dengan mengendarai becak barang. Darinya, ditemukan dua bungkus sabu yang masing-masingnya seberat 1 kg.

Setelah itu, petugas kemudian menangkap RZ, yang akan menerima sabu di Payageli, Sunggal. Petugas lalu bergerak cepat dan menggeledah rumah ZL di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Disitu, ditemukan 7 botol kaca berisi 2,5 liter bertukiskan Aceton dan tas sebagai tempat membawa sabu. 

“Saat itu juga diamankan MM. Lalu, BNNP Sumut bersama BNN pusat menangkap AU di Bekasi, yang mana dia pemilik sabu. (Bersamaan) juga diamankan BYK dan IS (di Medan),” jelas Agus.

Pada 12 September 2018, lanjut Agus, pihaknya melakukan pengembangan terhadap pelaku BYK untuk menunjukkan dimana tempat penyimpanan narkotika jaringannya. Namun, dalam perjalanan, BYK melakukan perlawanan. 

“Sehingga petugas melakukan tindakan tegas  dan melakukan penembakan mengenai punggung. Saat perjalanan menuju RS Bhayangkara, pelaku BYK meninggal dunia,” pungkas Agus. 

Reporter: Kartik Byma

Editor: Jef Tama

Loading...

Komentar Facebook