Pelaku Penganiaya Nazir Masjid hingga Tewas Ditangkap, Polisi: Pelaku Sering Ngelem di Sekitar Masjid Al Hilal

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Kebiasaan mengkonsumsi lem selama beberapa tahun terakhir membuat KAS, 21, warga Desa Huta Padang, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan nekad mencuri uang di kotak infak dan menganiaya hingga tewas nazir Masjid Al Hilal, H Adam Nur Harahap (67), warga Lingkungan 3, Kelurahan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kab. Padanglawas Utara (Paluta).

Loading...

Hal itu terungkap dalam keterangan  Mapolres Tapsel, Selasa (18/9). Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal didampingi Kasat Reskrim AKP Ismawansa SIK, menuturkan, tersangka KAS yang sehari-harinya berdagang sayur di Paluta merupakan seorang pecandu lem (menghirup lem) yang sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir.

Dari keterangan tersangka, kata Kapolres, KAS juga sering menghirup lem di Masjid Al Hilal, Lingkungan 3, Kelurahan Pasar Gunungtua, Padang Bolak, Paluta, yang menjadi TKP penganiayaan menewaskan nazir masjid tersebut.

“Penganiayaan yang menewaskan nazir masjid ini dikarenakan kebiasaan tersangka. Sehari sebelum kejadian, tepatnya pada Sabtu (10/9) tersangka tidak mempunyai uang untuk membeli lem. Kemudian pada Senin (10/9) sekira pukul 09.00 WIB, tersangka KAS mendatangi Masjid Al Hilal, Lingkungan 3, Kelurahan Pasar Gunungtua, Padang Bolak, Paluta, dengan maksud mencuri uang di kotak amal masjid tersebut,” ujarnya.

Melihat masjid dalam kondisi sepi, lanjutnya, tersangka langsung mengambil kotak infak dan juga kunci yang bergantungan di dinding masjid. “Setelah kotak infak terbuka, tersangka langsung mengambil uang didalamnya sebesar Rp32 ribu dan pergi meninggalkan masjid untuk membeli lem Cap Kambing dan nasi di Pasar Gunungtua,” katanya.

Selanjutnya, tersangka kembali ke masjid tersebut dan langsung menuju lantai dua untuk menghirup lem yang telah dibeli di Pasar Gunungtua. “Sekira pukul 14.00 WIB, korban H Adam Nur Harahap naik ke lantai dua masjid dan memergoki KAS sedang asyik menghirup lem di sudut ruang masjid yang biasa digunakan untuk salat saat jamaah padat.

Mengetahui aktifitas tersangka, korban langsung naik pitam dan menegur tersangka. Selanjutnya tersangka menolak tubuh korban hingga terjatuh. Melihat korban langsung berdiri, tersangka KAS mengambil kaca nako yang terletak di lantai 2 masjid itu dan memukulnya ke wajah korban sebanyak empat kali dan memukul bagian kepala korban.

Korban langsung jatuh tak berdaya dengan posisi telungkup. Selanjutnya tersangka juga memukul tubuh korban menggunakan kaca nako,” katanya.

Melihat korban tak sadarkan diri, tambah Kapolres, tersangka menutupi tubuh korban menggunakan kain sarung dan melapisinya dengan terpal warna biru dan meninggalkan Masjid Al Hilal. “Dari lokasi kita mengamankan barang bukti 1 terpal warna biru dan 1 kain sarung yang terdapat bercak darah korban, pecahan kaca nako terdapat bercak darah korban, 1 kotak amal/infak masjid, 1 baju koko warna merah, sepasang sandal Swallow warna putih, 1 lem Cap Kambing berbentuk pasta gigi dan 1 plastik putih berisikan lem kambing,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, tersangka KAS dijerat dengan pasal 365 ayat 3 subs pasal 362 dan 351 ayat 3 junto pasal 65 subs pasal 338 KUHPidana dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan matinya orang lain dan atau pencurian atau penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain atau pembunuhan. “Tersangka KAS terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, H Adam Nur Harahap (65) warga Lingkungan 3 Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), yang sehari-harinya sebagai nazir Masjid Al-Hilal Lingkungan 3 Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Paluta, ditemukan tergeletak di lantai dengan kondisi penuh luka dibagian tubuhnya pada Senin (10/9) sekira pukul 18.30 WIB.

Atas kejadian tersebut, H Adam Nur Harahap dilarikan ke Rumah Sakit Aek Haruaya. Namun mengingat kondisi korban cukup kritis sehingga dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan. Dan pada Selasa (11/9) sekira pukul 16.00 WIB korban meninggal.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tapsel dipimpin Kasat Reskrim AKP Ismawansa SIK berhasil melumpuhkan tersangka KAS di daerah Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara pada Jumat (14/9) sekira pukul 20:00.(rilis)

Loading...

Komentar Facebook