Ini Perhitungan Manajemen Agar PSMS Terhindar Degradasi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Kendati tipis, harapan PSMS Medan untuk bisa lolos dari zona degradasi dan bertahan di Liga 1 musim 2019 tetap terbuka. Syaratnya, skuad Ayam Kinantan harus memenangkan enam laga kandang termasuk saat bentrok kontra Persela Lamongan di Stadion Teladan Medan, Jumat (21/9) sore.

Loading...

Manajemen PSMS Medan punya hitung-hitungan agar tim yang saat ini ditangani Pelatih Peter Butler tersebut tidak terdegradasi. Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja mengatakan, perlu 41 hingga 42 poin untuk mengamankan posisi PSMS.

“Kita (PSMS) bisa lolos dari zona degradasi ini dengan perhitungan-perhitungan. Artinya kalau Mau safety (aman) benar itu dengan poin 42. Kalau mau aman saja 41 poin. Kendati selisih satu, itu sangat berarti,” ujar Julius Raja, Jumat (21/9) pagi.

Julius menjelaskan, 41 atau 42 poin itu didapat dengan meraih tujuh kali kemenangan di laga berikutnya. Perinciannya, enam sisa laga kandang harus disapu bersih atau dapat poin maksimal. “Dengan perhitungan kalau kita menang semua di kandang poinnya 18 ditambah poin sekarang 20 menjadi 38. Kita harus bisa menang satu laga tandang atau tiga kali seri (41 poin) atau sekali menang sekali seri lebih bagus jadi poinnya 42.  Kalau lebih banyak menang tandang lebih bagus,” ucapnya.

Baca juga:  Liga Champoins Ditunda Lagi

Sebagai langkah mendukung target tersebut, pria yang biasa disapa King itu mengatakan, pihaknya sudah menggelar pertemuan bersama pemain dan tim pelatih. “Kemarin (Rabu 19/9) malam, kami semua dikumpulkan oleh pembina, pak Edy Rahmayadi, di rumah beliau.  Beliau memberikan motivasi untuk kita bisa lolos dari zona degradasi ini,” ucap Raja.

Manajemen berharap, kendati saat ini seolah terbebani dengan target keluar dari zona degradasi, tim harus bisa main tanpa beban atau main lepas di setiap pertandingan, tidak ada beban. “Kita mengharapkan mudah-mudahan lolos dari zona degradasi ini. Harapan itu mungkin membuat pemain terbebani. Jafi kita minta jangan ada beban, main lepas,” ucapnya berharap.

Baca juga:  Man United Vs Watford: Setan Merah Menang 3-0

Selain itu kata dia, manajemen juga sudah melakukan pendekatan dengan pelatih dan pemain, serta memberikan motivasi berupa pemberian bonus seperti saat menahan imbang Perseru Serui 1-1, Minggu (16/9) lalu.

“Misalnya mungkin bonus, kami belum pernah terlambat (mencairkan). Begitu kemarin seri dengan Perseru sudah bayar. Pertandingan nanti manajemen mungkin kasih motivasi, kita tambah lagi (bonus), jika menang dengan skor sekian, umpamanya,” ucapnya.

King juga mengklaim, saat ini keuangan PSMS juga cukup aman, khususnya hingga bulan Oktober. Selain itu, diharapkan jumlah penonton laga kandang PSMS akan lebih banyak yang akan membuat keuangan klub lebih baik lagi.

“Keuangan aman sampai dengan bulan depan kita coba upayakan. Kita harap penonton banyak. Apa lagi saat ini,  PSMS juga punya kewajiban untuk membiayai tim U-16 dan U-19, kendati dapat bantuan nanti,” beber Julius.

Baca juga:  Askab Sergai Juara Piala Inalum 2020

Terpisah, Peter Butler mengaku cukup sulit untuk PSMS bisa keluar dari zona degradasi. Namun kata dia peluang tersebut masih terbuka. “Cukup sulit dan saya tidak bisa janji. Yang saya bisa lakukan sekarang ini agar pemain bisa tampil semangat, disiplin dan kerja keras di setiap pertandingan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, PSMS Medan memiliki sisa 12 pertandingan hingga akhir kompetisi Liga 1 musim 2018. Enam di antaranya merupakan laga kandang yakni menghadapi Persela, PS Tira, Mitra Kukar, Borneo FC, Madura United dan Persebaya.

Di laga tandang, Legimin Raharjo dkk akan melakoni enam laga yakni menghadapi Barito Putra, Sriwijaya FC, Arema FC, Persib Bandung, Persipura dan PSM Makassar.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook