Peter Butler Ungkap Kunci “Comeback” PSMS atas Persela

PUBLIKA.CO.ID– Akhirnya, PSMS Medan meraih poin penuh perdana putaran kedua Liga 1 musim 2018 setelah mengalahkan Persela Lamongan 3-2 di Stadion Teladan Medan, Jumat (21/9) sore.

Loading...

Sempat ketinggalan dua gol yang dilesakkan pemain Persela, Loris Arnaud menit 28, dan menit 45+1 oleh Fahmi Al Ayyubi, skuad Ayam Kinantan mampu bangkit dengan dua gol yang diciptakan eks pemain Persela, Shohei Matsunaga (menit 56, 85) dan Alexandros Tanidis (menit 67).

Usai pertandingan, Pelatih PSMS Medan, Peter Butler, mengatakan, kesuksesan meraih poin penuh perdana di kandang untuk putaran kedua tersebut lantaran Legimin Raharjo dkk tetap menunjukkan kepercayaan diri di putaran kedua.

“Saya bicara sama mereka di setengah pertandingan, agar jangan hilang percaya diri, jangan panik. Kita ganti sedikit (strategi), lalu mereka tunjukkan karakter bagus sekali, main dengan besar hati besar. Kita (PSMS) pantas menang,” ujarnya.

Baca juga:  Medan Utama ke Semi Final Liga 3 Zona Sumut

Apa lagi, jelang laga tersebut, sejumlah masalah terjadi di kubu tuan rumah. Di samping akumulasi kartu yang diterima Reinaldo Lobo, beberapa pilar juga harus absen karena sebab beragam.

M Roby yang biasanya diplot bergantian  bersama Rony Fatahillah jika Lobo atau Rony absen juga tidak bisa diturunkan lantaran sakit.  Pelatih asal itersebut terpaksa putar otak dengan melakukan sejumlah eksperimen.

“Sebelumnya kita ada bilang pemain bahwa ada rencana A, B, C. Mungkin itu eksperimental tiga back (pemain belakang). Saya tahu kita lewat 20 menit percaya diri akan bertambah. Tapi awal pertandingan sangat baik, tapi kita tidak gunakan kesempatan. Marko hilang percaya diri, lalu Wanda masuk,” ujarnya.

Baca juga:  Hadapi PSMS, Mahesa Jenar Hanya Diperkuat Tiga Pemain Asing

Bahkan kata Peter, dua gol yang dilesakkan Persela ke gawang Abdul Rohim tidak selayaknya terjadi. “Tapi saya rasa kita kasih mereka dua oleh-oleh (dua gol). Apa lagi kita main masih lebih bagus, termasuk soal penguasaan bola,” kata dia.

Kemenangan tersebut membuat PSMS masih punya cukup asa untuk tetap pada jalur untuk bisa keluar dari zona merah. “Kita hidup dan fight untuk satu hari lagi. Saya bangga, kalau kita main jelek kita pantas kalah, tapi tidak main jelek, main bagus, ikut rencana A, rencana B itu kenapa Dani (Dani Pratama) keluar, karena kita tahu ada sedikit masalah,” ungkapnya.

Baca juga:  Suporter PSMS ini Rela Jadi "Gelandangan" Demi Kawal PSMS Raih Poin Tandang

Mantan punggawa West Ham United tersebut memuji performa pemainnya khususnya Shohei Matsunaga dan Rahmad Hidayat. “Dia (Matsunaga) di final delivery (penyelesaian akhir PSMS) dia mungkin kecewa. Tapi dia, karakter bagus, percaya diri, dia selalu di tempat dan waktu yang tepat. Rahmad juga main bagus sekali,” ucapnya.

Bagi Rahmad, keyakinan tim untuk terus tampil sehat kendati kebobolan dua gol menjadi kunci kemenangan PSMS. “Kita fight dari awal pasti Tuhan kasih kita yang terbaik. Dan kita masih percaya kita menang,” ungkapnya.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook