Dianggap Picu Kecametan, Pedagang Kaki Lima di Medan Ditertibkan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Pedagang kaki lima (PK5) di seputaran Pasar Sei Sikambing, Medan, Sumatera Utara ditertibkan oleh tim gabungan yang dikomandoi Satpol PP. Para pedagang itu ditertibkan karena disebut memicu kemacetan.

Loading...

Penertiban ini berlangsung Senin (24/9). Kasatpol PP Medan, M Sofyan menurunkan 150 personel. Mereka dibantu oleh Polisi dan TNI. Selain itu, juga dibantu oleh pihak kecamatan setempat.

Pada kesempatan tu, Sofyan mengingatkan kepada tim gabungan untuk lebih mengutamakan pendekatan persuasif.

Baca juga:  Breaking News! Wagubsu Musa Rajekshah Masuk ODP Suspect Corona

Kepada pedagang, dia mengimbau untuk tidak menggelar lapak. Sebab, kawasan itu bukan tempat berjualan melaikan daerah milik jalan (damija). 

Pedagang pun sontak ketar-ketir, sebab kedatangan tim gabungan kali ini didukung dua unit alat berat  jenis backhoeloader dan schopel mini milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan beserta sejumlah truk.

Beberapa pedagang ada yang mengangkati barang dagangannya. Bagi pesagang yang membandel, tim gabungan langsung mengangkat barang dagangan mereka, termasuk lapak berupa meja, tenda maupun payung.

Baca juga:  Cegah Kebingungan Masyarakat, Telemedicine Covid-19 Diluncurkan

Setelah dilakukan penertiban, kawasan itu akan dijaga oleh jajaran Kecamatan Medan Helvetia beserta Satpol PP. 

“Kita akan buat posko bersama Kecamatan Medan Helvetia untuk mencegah pedagang tidak berjualan kembali. Apabila mereka tidak mematuhinya, barang dagangan mereka langsung kita angkut!” tegas Sofyan.

Bagi oedagang yang ditertibkan, Sofyan mengatakan, Pemko Medan melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar telah memberikan solusi dengan menyediakan tempat berjualan di Pasar Helvetia dan Pasar Meranti tanpa dipungut biaya sekalipun.

Baca juga:  Berikut 5 Nama Potensial untuk Pilpres 2024, Prabowo Gandeng Gubernur Rasa Presiden?

“PD Pasar telah menyediakan tempat penampungan bagi para PK5 sehingga mereka tetap berjualan pasca penertiban tanpa dipungut biaya lagi. Ada sekitar 110 tempat yang telah disediakan di kedua pasar itu. Dengan demikian para PK5 tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya masing-masing,” pungkasnya. (Jef Tama)

Loading...

Komentar Facebook