September Dan Oktober Bayangan “Menghilang” Di Sejumlah Kota

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Sejumlah kota di Indonesia akan mengalami fenomena kulminasi pada pertengahan September hingga akhir Oktober 2018 nanti. Kulminasi tersebut dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Loading...

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator menjadi penyebab kulminasi di sejumlah kota, dua kali dalam satu tahun.

Baca juga:  Draf RUU Ketahanan Keluarga: Istri Wajib Mengurus Rumah Tangga

Saat terjadi kulminasi, matahari berada tepat di posisi paling tinggi di langit. Sementara saat deklinasi martahasi sama dengan lintang pengamat, disebut sebagai fenomena kulminasi utama. Matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau di titik zeniat.

Sebenarnya bayangan bukan hilang, namun bayangan benda tegak karena bertumpu dengan benda itu sendiri, sehingga terlihat seakan menghilang.

Baca juga:  6 Orang Masuk ODP Covid-19 Di Asahan

Untuk diketahui, matahari akan berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08.54 WIB. Sementara pada 21 Juni 2018 pukul 17.07 WIB, matahari berada di titik balik utara dan titik balik selatan pada 22 Desember 2018 pukul 05.23 WIB.

Editor: Asmojoyo

Loading...
Baca juga:  Kapolri Akan Tindak Tegas Penghina Jokowi & Pejabat Saat Corona

Komentar Facebook