Hasil Survei Di Medsos Pribadi Disoal, Abyadi Bantah Survei Atas Nama Lembaga

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Hasil survei yang dilakukan Abyadi Siregar di Sosial Media Facebook pribadi miliknya terkait antusias masyarakat Sumatera Utara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, disoal oleh beberapa pihak.

Loading...

Salah satu pihak yang merasa keberatan atas survei Abyadi Siregar yang dilakukan di media sosial pribadinya itu adalah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sekertariat Nasional (SEKNAS) Jokowi Provinsi Sumatera Utara. Bahkan DPW SEKNAS Jokowi ini akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Provinsi Sumatera Utara.

Menanggapi polemik atas survei yang dilakukannya pada Jumat (21/9/2018) di akun Media Sosial pribadi miliknya itu, Abyadi Siregar membantah jika hal tersebut berkaitan dengan sikap lembaga yang sedang dipimpinnya saat ini.

“Begini ya, mengapa saya buat survei kecil-kecilan ini, ini hanya untuk melihat antusias masyarakat terhadap ajang demokrasi pada 2019 mendatang. Kemudian survei itu saya buat di rumah dan lakukan di akun pribadi saya, jadi sangat disayangkan jika ada yang mengaitkan hal itu dengan jabatan yang saya emban sekarang,” kata Abyadi Siregar saat ditemui Publika di kantornya, Selasa (25/9/2018).

Dia menambahkan, terkait analisis hasil dari survei yang dilakukannya itu, Abyadi Siregar menyatakan hal itu sebagai konsumsi dan bahan untuk berdiskusi di group Whatsapp.

“Nah soal hasil analisa dari survei itu, sengaja saya lempar di group kawan-kawan media, sebagai bahan diskusi, bukan untuk konsumsi publik. Apalagi survei itu baru diikuti sekitar 135 orang pengguna facebook, jika mungkin itu terus dilanjutkan maka bisa saja hasilnya akan berubah,” ungkapnya.

Dia sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaitkan survei di akun media sosial pribadinya itu sebagai satu sikap lembaga yang sedang dipimpinnya saat ini.

“Satu sisi saya sangat menyayangkan berkembangnya wacana bahwa survei yang saya lakukan di akun pribadi tersebut dikaitkan dengan keberpihakan saya dengan salah satu pasangan calon. Sebab pada survei itu saya tidak pernah mengajak atau mengarahkan untuk memilih ke satu calon,” bebernya.

Pun demikian, lanjut Abyadi Siregar, dia mengatakan permohonan maaf jika hal yang dilakukan tersebut dapat mengganggu para pihak atau dianggap kurang etis.

“Namun jika memang hal yang saya lakukan dengan survei kecil-kecil ini ada yang merasa terganggu dan kyrang etis, maka saya secara pribadi memohon maaf atas ketidak nyamanan tersebut,” tandas Abyadi.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook