Ini Sikap GNPF-Ulama Sumut Terkait Vonis Oknum Polisi Perobek Al Quran

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Ulama (GNPF-Ulama) Sumut menilai putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan terhadap Brigadir Tomi P Danil Hutabarat, terpidana perobekan mushaf Al Quran selama 16 bulan melukai perasaan umat Islam.

Loading...

Kepada Publika, Ketua GNPF-Ulama Sumut, Heriansyah, yang langsung memantau sidang vonis tersebut  mengatakan, putusan majelis hakim tersebut tidak mencerminkan keadilan bagi umat Islam. “Pertama, putusan penjara satu tahun empat bulan itu tidak mencerminkan keadilan bagi umat Islam. Karena pasal yang dituntutkan itu kan Pasal 156 (KUHP) ancamannya di lima tahun, masa vonisnya cuma satu tahun empat bulan?

Baca juga:  Breaking News : Menhub Budi Karya Positif Corona

Yang kedua, efek dari perbuatan terpidana ini bukan mengenai perasaan satu-dua orang, tetapi perasaan umat Islam secara keseluruhan. Yang di Jakarta itu kemarin (Ahok) sampai menimbulkan kegaduhan yang luar biasa, kan akibat tindakan pidana yang sama,” ujarnya, Selasa (25/9).

Harusnya kata dia, vonis tersebut bisa menimbulkan efek jera supaya kegaduhan-kegaduhan sejenis tidak lagi terjadi di tempat-tempat lain. Selain itu, pihaknya menilai, majelis hakim kurang peka melihat betapa terlukanya umat Islam atas ulah oknum kepolisian tersebut.

Baca juga:  Naik, Positif Corona Di Sumut Jadi 20 Orang

“Memang kita sayangkan hakimnya kita melihat hakim yang tanda petik “non muslim”. Itu juga berpotensi menimbulkan ketidakadilan karena bagi kita hakim itu harusnya kalaupun nggak berpihak kepada umat Islam tapi paling tidak mampu merasakan bagaimana ketersinggungan umat Islam terhadap penistaan ini,” beber Heriansyah lagi.

Keputusan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan menerimanya putusan itu, juga menurutnya sangat disayangkan. Kita mendesak kepada jaksa supaya melakukan banding karena putusannya betul-betul jauh dari rasa keadilan,” ucap Heriansyah.

Baca juga:  Gawat! Satu Pasien Positif Corona Kabur Dari Rumah Sakit

Ulah penistaan agama  tersebut kata Heriansyah tidak pantas dilakukan, apa lagi oleh aparat kepolisian. Untuk itu pihaknya mendesak institusi Polri supaya memecat Brigadir Tomi P Danil Hutabarat. “Karena dia seharusnya menjaga situasi dan kondisi, menjaga ketertiban, keamanan tapi dia malah melakukan hal-hal yang kontraproduktif seperti itu. Ini berbahaya, tidak layak dia jadi polisi. Kami mendesak Polri segera memecatnya,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook