140 Liter Tuak Suling Gagal Beredar di Nias Selatan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Sebanyak 140 liter tuak suling gagal beredar di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Tuak suling ini digagalkan peredarannya oleh polisi karena minuman tersebut tidak memiliki izin.

Loading...

Informasi yang dihimpun, Rabu (26/9), penggagalan peredaran ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda pada pagi tadi di Jalan Lintas Gunung Sitoli Desa Hilifadolo, Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan. 

Petugas yang tengah melakukan patroli mencurigai seorang warga dengan mengendarai sepeda motor. Dia membawa 2 koper. Polisi yang cyriga lalu membergentukan laju sepeda motor itu.

Baca juga:  Cegah Kebingungan Masyarakat, Telemedicine Covid-19 Diluncurkan

“Setelah diperiksa isi koper, petugas menemukan satu jeriken berisi cairan dengan volume sekitar 35 liter, yang setelah diperiksa ternyata minuman keras tuak suling. Kemudian 2 jerigen yang berkapasitas 15 liter, 4 botol dengan volume 1,5 liter, dan 1 botol bervolume 0,5 liter, dengan volume total sekitar 71 liter,” kata Kapolsek Lolowau Iptu A. Yunus Siregar saat dikonfirmasi wartawan.

Baca juga:  Jokowi Bantah Akan Bebaskan Napi Koruptor

Kepada petugas, pengemudi yang bernama Yufan Halawa itu mengaku bahwa tuak suling dibawanya dari Desa Sifaoro’asi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan dan akan di kirim ke Kecamatan Pulau-Pulau Batu (Tello).

Yunus mengungkapkan, sebelumnya, pihaknya juga telah mengamankan dua jeriken yang berisi tuak suling saat sedang patroli di kawasan Jembatan O’ou Kecamatan O’ou, Kabupaten Nias Selatan pada Kamis (20/9) lalu. 

“Di kawasan O’ou tersebut kita amankan seorang pengendara sepeda motor yang membawa dua jeriken yang berisi tuak suling, dengan volume sekitar 70 liter”, ujarnya.

Baca juga:  KPK Ingatkan Korupsi Dana Bencana Corona Bisa Dihukum Mati

Terkait hal ini, Yunus mengaku akan terus memberantas peredaran minuman keras tanpa ijin ini.

“Kita akan terus melakukan penertiban soal ini,” pungkasnya. (Jef Tama)

Loading...

Komentar Facebook