Terkait Poling Pilpres 2019, Kepala Ombudsman Sumut Dilaporkan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- DPW Seknas Jokowi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar terkait Polling Pemilihan Presiden tahun 2019.

Loading...

Kasus tersebut dilaporkan oleh Sekretaris DPW Seknas Jokowi Sumut, Panca Putra SH bersama Jois Novelin Ranavida SH dari PBHI Sumut dan Perwakilan LBH Medan.

“Kita laporkan Abyadi Siregar karena diduga telah melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai asas kerahasian dan peraturan Bawaslu,” ujar Panca Putra SH di kantor Bawaslu Sumut, Medan pada Selasa (25/9).

Menurutnya, sebagai pejabat publik, Abyadi tidak dibenarkan melakukan survei/polling Pilpres. Bahkan jika ada yang melakukan survey/polling di Medsos milik pribadi juga harus memiliki legalitas sebagai lembaga survei.

“Kita bukan permasalahkan hasil polling-nya akan tetapi kita ingin agar semua lembaga pemerintah bersikap netral. Bahkan jika memang benar akun itu milik pribadinya hendaknya ia harus memiliki izin sebagai lembaga survei,” terang Panca.

Pihaknya berharap agar Bawaslu segera memanggil Abyadi guna menjelaskan tindakannya melakukan survei.

Menurut staf Bawaslu, sebagai pengadu Seknas Jokowi dan PBHI mempunyai waktu tujuh hari melengkapi pengaduannya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan mengatakan dirinya akan mengecek pengaduan tersebut. “Saya belum cek kantor apakah ada laporan tersebut. Nanti saya cek dulu,” kata Syafrida.

Kasus itu mencuat setelah Abyadi melakukan survei/polling Pilpres 2019 melalui media sosial Facebook di akun miliknya. Dalam postingannya tersebut, Abyadi mengajak warganet untuk memilih antara Capres Jokowi – Ma’ruf Amin atau Prabowo – Sandi. Hal itu dinilai dikategorikan sebagai pelanggaran jika akun tersebut tidak terdaftar di KPU sebagai pelaksana survei.

“Dan hasilnya, Sampai Sabtu (22/9/2018) pukul 7.05 Wib, ada sebanyak 112 yang memberi like atas survei itu. Sedangkan terdapat sekitar 135 yang memberi komentar. Tapi, dari 135 yang memberi komentar itu, hanya 86 orang yang menentukan pilihan,” tulis Abyadi di akun facebooknya.

Pilihan itu ada yang langsung menyebut nomor urut pasangan capres-cawapres di kolom komentar postingan. Tapi ada juga yang memberi isyarat yang bisa kita pahami pilihannya dengan menyebut simbol-simbol tertentu.

“Nah, dari 86 yang memberi pilihan tersebut, pasangan Capres cawapres nomor urut 2 (Prabowo-Sandi) masih unggul dengan raihan 49 pemilih (56,9 persen). Sedangkan pasangan nomor urut 1 (Jokowi-Prof Ma’ruf Amin) hanya meraih 37 pemilih (43 persen). Survei ini masih terus berlangsung,” pungkas Abyadi.(rilis)

Redaksi Publika

Loading...

Komentar Facebook