Divonis 10 Tahun Penjara, Terpidana Kepemilikan 1 Kg Sabu Berseri-Seri

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID-  Terdakwa kasus kepemilikan  satu kilogram narkotika jenis sabu, Irfan Arrasyid (28), tampak santai selama persidangan yang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara padanya di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (27/9) sore.

Loading...

Bahkan, saat digiring usai sidang menuju sel sementara PN Medan, beberapa kali dia tampak menyunggingkan senyuman.

Majelis hakim dengan ketua Saidin Bagariang menjatuhkan pidana penjara pada Irfan selama 10 tahun. Pada sidang itu majelis hakim menilai perbuatan terdakwa Irfan warga asal Aceh Utara yang tinggal di Jalan Bakaran Batu Komplek Perumahan Graha Indah Lubuk Pakam Deliserdang terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selsin itu, Irfan juga dihukum membayar denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan

“Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 10 tahun denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan,” ucap hakim Saidin Bagariang membacakan amar putusannya.

“Dasar mafia narkoba. Kalau saya jaksa atau hakimnya saya hukum seumur hidup terdakwa itu. Tapi bagaimana mana lagi semua itu Jaksa menuntut terdakwa 15 tahun penjara, sedang hakim memvonis 10 tahun penjara ,” ucap M Aminuddin didampingi Ikhwan, warga yang menyaksikan sidang putusan itu.

Dalam dakwaan jaksa sebelumnya menyebutkan, Irfan ditangkap bersama temannya yang lain yakni M Nassuwar dan Musliadi Ismail (berkas terpisah) dari rumah Irfan pada 25 Januari 2018 lalu.

Saat itu ketiganya baru menerima kiriman sabu dari Aceh. Rencananya sabu itu diedarkan di Kota Medan dan sekitarnya. Namun belum sempat diedarkan, ketiganya keduluaan diringkus petugas Polda Sumut.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook