KNPI Medan Dan GANN Akan Bersinergi Perkuat Pemberantasan Narkoba

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Peredaran narkoba di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Selain karena jumlah peredaran yang membesar, kekhawatiran juga disebabkan oleh banyaknya generasi penerus bangsa yang menjadi korban.

Loading...

Hal tersebut merupakan dasar Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kota Medan beraudiensi ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan, Rabu (27/9).

“Negara kita saat ini semakin dibombardir narkoba. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga menjadi korban. Kami juga dapat data, untuk anak SD tingkat pemakaian narkoba sudah sebanyak 597.000 orang,” kata Ketua GANN Medan M. Khaidir, didampingi jajaran kepengurusannya.

Kepada Ketua DPD KNPI Kota Medan El Adrian Shah, Khaidir juga menjelaskan, seanyak 37-40 orang pengguna narkoba di Indonesia meninggal dunia.

“Tapi setiap kali kami audiensi ke BNN, kepolisian, DPRD, semua ceritanya sama, seolah-olah masalah peredaran narkoba ini tidak bisa diselesaikan,” jelasnya.

Baca juga:  Jokowi: Kita Siapkan Obat Corona, Avigan Sebanyak 2 juta dan Chloroquine 3 juta

Oleh karena itu, GANN berharap dapat bersinergi dengan DPD KNPI Kota Medan, OKP, dan Ormas lainnya untuk memperkecil ruang gerak pegedar narkoba hingga menghentikannya secara total.

“Jika kita bersinergi, berjuang sama-sama kelompok pengedar dan bandar narkoba di daerah kita bisa kita hancurkan,” tandasnya.

Ketua DPD KNPI Kota Medan El Adrian Shah yang pada saat itu didampingi Sekretaris Edi Saputra, Wakil Ketua Syaiful Amri Sambas, dan Wakil Sekretaris Fajar Siddik menyambut baik gagasan yang disampaikan GANN.

“Pemberantasan narkoba ini dimulai dari kita, jika kita yang berorganisasi ini menjalin sinergi, berjuang bersama-sama, para bandar dan pengedar narkoba tidak akan bisa berkutik lagi,” katanya.

“Saya sendiri termasuk orang yang sangat peduli terhadap kelompok-kelompok yang berjuang tulus dalam menjalankan gerakan-gerakan anti narkoba,” sambungnya.

Baca juga:  Update Corona 1 April : 1.677 Orang Positif, 157 Meninggal, 103 Sembuh

El Adrian Shah menilai, banyak hal yang harus dibenahi agar pemberantasan terhadap narkoba dapat berjalan dengan baik. Namun yang utama adalah persoalan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan seorang pecandu yang ingin direhabilitasi.

Para pecandu, lanjut El Adrian Shah, sesungguhnya hanyalah korban dan harus diselamatkan. Berbeda dengan para bandar dan pecandu, mereka harus dihukum seberat-beratnya agar fungsi pemberantasan dapat berjalan maksimal.

“Tapi yang utama adalah panti rehabilitasi yang mahal dan jumlahnya sedikit. Maka jadi tugas kita bersama untuk mendorong pemerintah agar memperbanyak pembangunan panti rehabilitasi  yang baik, lengkap, profesional, dan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

“Karena hukuman penjara bukan solusi untuk para pecandu. Jika dipenjara, efeknyanya setelah keluar malah lebih tidak baik lagi, yang dulunya hanya sebagai pecandu atau kurir, keluar bisa menjadi bandar kecil,” imbuhnya.

Baca juga:  Ternyata 3.080 Orang ODP Di Sumut Berada Disini!

Selain itu, El Adrian Shah berharap pemerintah menaikkan status atau kelas narkoba jenis sabu di atas ganja. Sebab sabu lebih besar peredarannya dan tingkat keberbahayaannya.

“Menjadi harapan kami juga agar narkotika jenis-jenis sabu dinaikkan kelas atau tingkat keberbahayaannya, diletakkan di atas ganja. Karena jenis sabu ini yang banyak beredar di tengah masyarakat,” harapnya.

El Adrian Shah pun optimis, kepemimpinan baru di Sumatera Utara dapat meningkatkan optimisme para pemuda dalam pemberantasan narkoba.

“Generasi muda, para penerus bangsa, adalah aktor perubahan. Jangan kita biarkan teman-teman kita diluar sana terjebak dalam lembah hitam yang dinamakan narkoba itu,” tandasnya.

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook