Dua Terdakwa Kepemilikan 100 Kg Sabu Tertunduk Dituntut Pidana Mati

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID-  Dinilai terbukti memiliki sabu seberat 100 Kg, dua terdakwa yakni, Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) Chandra Naibaho pada sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN Medan), Kamis (27/9).

Loading...

“Dengan ini meminta majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman mati,” ucap JPU Chandra Naibaho di depan majelis hakim diketuai Ali Tarigan dalam sidang di ruang Cakra 8 PN Medan tersebut.

Baca juga:  Gubernur Sumut Tinjau Sejumlah Rumah Sakit

Dalam nota tuntutannya, JPU menyatakan kedua terdakwa  terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mendengar tuntutan tersebut, kedua terdakwa tertunduk lesu.

Diketahui dalam kasus itu, seorang terdakwa bernama Mulyadi alias Mul masih (DPO) dan terdakwa Syafii alias Fii meninggal dunia. Atas tuntutan JPU, terdakwa akan menyampaikan nota pembelaan, dalam persidangan pekan depan.

Baca juga:  Ramai Hashtag #TangkapFahiraIdris di Twitter, Fahira Idris Beri Klarifikasi

Dalam dakwaan sebelumnya dakwaan sebelumnya, disebutkan ,kedua terdakwa merupakan bandar narkotika jaringan internasional. Mereka ditangkap satuan polisi Direktorat Narkoba Mabes Polri di rumah terdakwa Arman,  di Jl. Baru, Lingk.15 Gg. Keluarga, Kel. Terjun, Medan Marelan, pada 12 Desember 2017.

Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa 7 karung berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100 Kg yang ditumpuk dan disembunyikan dalam tanah yang ditutup triplek di kamar mandi.

Baca juga:  Akhyar Nasution Minta Warga Jabodetabek Tak Mudik Ke Medan

Sebelumnya dua saksi Polisi dari Direktorat Narkoba Mabes Polri di hadapan majelis hakim  dan JPU dalam kesaksiannya menjelaskan penangkap terdakwa Arman Alias Man dan Edi Suryadi Alis Adi serta

Mulyadi alias Mul masih (DPO) dan terdakwa Syafii berdasarkan informasi masyarakat. Mendapat informasi tersebut kemudian pihaknya melakukan penyelidikan,dan pengintaian hingga akhirnya berhasil menangkap para terdakwa.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook