Korupsi Pembangunan RS Tipe C, Eks Kadis PU Tanjung Divonis Penjara 5,5 Tahun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Zulkarnain Amrullah, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungbalai, divonis pidana penjara 5,5 tahun karena terbukti bersalah melakukan korupsi pembangunan Rumah Sakit Type C yang bersumber dari dana APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2015.

Loading...

Majelis hakim yang diketuai Milan Munthe mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp1,013 miliar dari total Rp3,5 miliar.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Zulkarnain Amrullah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dalam dakwaan primer. Menjatuhkan hukuman pidana lima tahun enam bulan penjara, denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan,” ucap Mian Munthe, di Ruang Kartika PN Medan, Kamis (27/9).

Baca juga:  Terkait Video Si Kaya dan Si Miskin Cegah Corona, DPP KNPI Ancam Pidanakan Achmad Yurianto

Majelis hakim menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan yang dijatuhkan sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Tanjungbalai, Yosep Antonius. Menanggapi putusan itu terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Diketahui dalam proyek ini Zulkarnain Amarullah, menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemudian terdakwa menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) dan memenangkan PT Care Indonusa dalam hal ini Direkturnya Dedi Hermawan sebagai pemenang lelang. Sedangkan dua perusahaan lain digugurkan.

Baca juga:  Seram! Video Angin Puting Beliung Hancurkan SPBU di Ambarawa

Ternyata dalam pengerjaan ini proyek ini, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh Ahli dari Politeknik Negeri Medan,  bahwa progres pekerjaan adalah 41,03 % (empat puluh satu koma nol tiga persen), terdapat kekurangan volume terpasang dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu:

Bahwa terdapat CCO (Contract Change Order) dilaksanakan namun terdapat beberapa bagian perkerjaan yang tidak dikerjakan dalam pekerjaan lanjutan Pembangunan Rumah Sakit Type C tersebut, belum selesai dikerjakan oleh PT Care Indonusa.

Baca juga:  Begini Langkah Dapatkan Token Gratis Untuk Pelanggan Listrik 450 VA dan 900 VA

ZULKARNAIN AMRULLAH, ST, selaku Pejabat Pembuat Komitmen menyetujui CCO yang tidak memiliki dasar pertimbangan / perhitungan teknik, menyetujui pembayaran kemajuan pekerjaan yang tidak sesuai aktual terpasang dan tidak mengendalikan pelaksanaan kontrak sehingga pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan kontrak.

Tetapi dinilai telah memperkaya diri sendiri atau setidak-tidaknya orang lain yaitu Dedi Hermawan sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,013 miliar.

Untuk diketahui, untuk kasus itu, Zulkarnain Amrullah sempat buron kendati akhirnya berhasil ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai 1 April 2018 lalu.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook