Media Online Belum Tentu Pers

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Pesatnya perkembangan tekhnologi informasi diikuti oleh lahirnya banyak media berbasis online. Namun tidak seluruh media berbasis online dapat disebut pers atau produk jurnalistik.

Loading...

Demikian disampaikan Prof. Henry Subiyakto saat memberi kata sambutan dalam pembukaan Munas I Media Online Indonesia (MOI) di Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (27/9).

“Para pegiat pers berbasis media online harus mendudukkan badan hukum perusahaan sebagai industri pers. Ini penting, selain kapabilitas jurnalis dan kaidah etik jurnalistik,” katanya.

Subiyakto yang merupakan Staf khusus Menkominfo RI sekaligus salah satu Ketua DPP MOI itu menjelaskan, maraknya penyebaran informasi bohong atau hoax juga disebabkan banyaknya media online yang tidak berbadan hukum pers.

“Tak bisa dipungkiri, ketakjelasan badan hukum media online yg mengatasnamakan pers berkontribusi pada maraknya hoaks. Pertanggungjawaban hukum dan jurnalistiknya sangat longgar,” jelas Subiyakto.

Munas I Media Online Indonesia (MOI) kali ini, dihadiri 27 perwakilan pimpinan wilayah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam Munas itu, dibahas berbagai hal substabtif yang dapat mendukung perkembangan organisai seperti Selain merapikan administrasi keorganisasian.

Selain itu, Munas juga berhasil memilih Rudi Sembiring sebagai Ketua Umum DPP MOI dan F.Y. Eddy Prabowo sebagai Sekjen.

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook