Pertamina Apresiasi Langkah Polda Sumut Menindak Penyalahgunaan Elpiji Bersubsidi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I mengapresiasi langkah tegas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara terhadap penyalahgunaan elpiji 3 kg yang diharapkan bisa memberikan efek jera.

Loading...

Sehingga, dengan itu elpiji bersubsidi tersebut lebih tepat sasaran. Sebagaimana diketahui, Ditreskrimsus Polda Sumut telah melakukan penindakan di lokasi pengoplosan elpiji 3kg, yaitu Gudang Becer yang berada di Jalan Marelan 6 Pasar II Timur, Komplek Marelan Permai, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Marelan, Medan pada Rabu, 26 September 2018.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Arriffianto menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan jajaran Polda Sumut dalam mengungkapkan praktik penyalahgunaan elpiji 3 kg. 

Kata dia, pengoplosan merupakan salah satu penyebab utama kerap dikeluhkannya pasokan elpiji 3 kg oleh masyarakat. 

“Pengoplosan LPG 3 kg ke dalam kemasan elpiji non subsidi secara illegal selain sangat merugikan negara dan masyarakat, juga dapat mengancam keselamatan masyarakat pengguna elpiji,” ujarnya, Senin (1/10).

 “Untuk itu, kami sangat mengapresiasi langkah tegas dari Poldasu dan mendukung sepenuhnya upaya penindakan tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan efek jera,” tambahnya. 

Pertamina, lanjutnya, juga mengingatkan kepada seluruh kanal distribusi resminya untuk tidak memberikan celah sedikitpun kepada upaya penyalahgunaan elpiji 3kg. 

“Kami akan kenakan sanksi tegas apabila ada agen atau sub agen elpiji Pertamina tidak memenuhi ketentuan yang ada,” tuturnya.

Pertamina telah memasok elpiji 3 kg bersubsidi sesuai kuota yang ditetapkan oleh pemerintah. Apabila digunakan secara tepat sasaran, seharusnya pasokan elpiji 3 kg cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang berhak untuk menggunakannya. 

Untuk memastikan pasokan tepat sasaran, lanjut Rudi, perlu dilakukan pengawasan berkelanjutan oleh stakeholder terkait, untuk meminimalisasi penyalahgunaan elpiji bersubsidi, termasuk di antaranya pengoplosan dan juga penggunaan oleh warga dan restoran yang tidak berhak. 

Pertamina juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawal penyaluran distribusi elpiji 3 kg, dengan memberikan laporan apabila ditemukan tindak kecurangan di lapangan disertai dengan bukti ke kontak Pertamina di 1 500 000.

Kepada konsumen LPG 3kg, Rudi menyarankan untuk membelinya ke sub agen atau SPBU terdekat sehingga pasokan dan harganya pun lebih terjamin dibandingkan harus membeli ke pengecer. 

“Untuk warga tidak mampu dan juga usaha mikro, silakan membeli LPG 3kg di pangkalan resmi terdekat atau di SPBU. Pasokan selalu tersedia dan lebih terjamin harganya sesuai HET yang ditetapkan pemda setempat,” jelasnya. (Jef Tama).

Loading...

Komentar Facebook