Taklukkan Persija U-19 satu gol Tanpa Balas, PSMS Jaga Asa Lolos Fase Grup

Kedua Tim Kritisi Kepemimpinan Wasit

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Gol tunggal ke gawang Persija U-19 di Stadion Teladan Medan yang dilesakkan Hirdan Sadjali, menit 47 babak kedua membuka asa PSMS Medan U-19 untuk tetap pada jalur dan bisa loloa fase grup Liga 1 U-19 musim 2018.

Loading...

Sejak babak pertama dimulai, kedua tim langsung bergantian melancarkan serangan. Namun, PSMS Medan mampu mengambil kendali permainan dan sedikit mendominasi serangan. Barisan pertahanan Persija cukup kerepotan menghadapi permainan tim besutan pelatih Fidel Ganis Siregar.

Malapetaka menghampiri kubu Persija usai pemain belakangnya, Al Hamra Hehanusa mendapat kartu merah langsung di menit 13 setelah melanggar punggawa PSMS.

Tim lawan yang bermain dengan 10 pemain membuat PSMS lebih leluasa menyerang. Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan dengan baik. Tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, PSMS kembali berinisiatif melancarkan serangan. Hasilnya, pada menit 47, gelandang PSMS, Hirdan Sadjali mencetak gol usai melakukan tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu diblok kiper Persija, Pancar Nur Widiastono.

Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat PSMS tidak mampu menambah keunggulan usai gol pertama terjadi. Kedua tim yang sama-sama berusaha meraih kemenangan, membuat tensi pertandingan meningkat. Aksi saling langgar mewarnai pertandingan itu, bahkan pada menit 86 pemain PSMS, wasit Erfan Efendi mengusir Fitrah Rial Fadhillah setelah mendapat kartu kuning kedua pada pertandingan tersebut.

Bahkan, pemain tengah PSMS, Dinan Syahbani harus dilarikan ke rumah sakit lantaran ditabrak pemain Persija. Tak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak kedua usai, dan PSMS sukses mempertahankan keunggulan.

Usai pertandingan, kedua tim sama-sama mengkritisi kepemimpinan wasit yang dianggap buruk. Asisten pelatih PSMS, Yudha Hendrawan mengatakan kemenangan yang diraih anak asuhnya begitu penting agar bisa melanjutkan persaingan di Grup A Liga 1 U-19. Namun, dia tidak puas dengan wasit yang memimpin pertandingan.

“Kami di pertandingan kedua ini berusaha main maksimal. Memang kami butuh menang untuk ke depannya. Lalu, saya lihat wasit sangat cenderung merugikan kami. Apalagi tadi ada insiden pemain kami cedera. Kejadiannya depan hakim garis seharusnya cepat diberhentikan karena ini menyangkut nyawa,” ujarnya usai pertandingan.

Sementara itu, kekalahan dari PSMS membuat Persija memetik pelajaran untuk pertandingan selanjutnya. Pelatih fisik Persija, Washiyatul Akmal menuturkan kekalahan yang dialaminya lantaran kepemimpinan wasit. Menurutnya, wasit tidak netral dan kerap mengeluarkan keputusan yang merugikan Persija.

“Banyak kita pelajari di pertandingan ini untuk ke depan. Tidak ada masalah kalau permainan, dan lawan juga main bagus. Tapi kita kurang puas dengan wasit. Wasit harus netral dan melindungi pemain karena untuk maju ke depan dari U-19 sini pelajarannya,” jelas Akmal.

Selanjutnya, PSMS Medan akan menjamu PS Bhayangkara di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/10) malam mendatang. Dijadwalkan, kick-off pertandingan pukul 19.00 WIB.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook