Sebut Mahasiswa “Kardus”, Anggota DPRD Padangsidimpuan Dilaporkan

PUBLIKA.CO.ID- Merasa geram atas pernyataan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Rudi Hermanto, yang dinilai menghina dan melecehkan, ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Padangsimpuan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar aksi di Kantor DPRD Padangsidimpuan, Selasa (2/10).
Aksi itu dilakukan, setelah di media sosial Facebook, politisi PDIP itu dalam statusnya menyebut, mahasiswa kardus dan demo karena ada order dan pesanan.
“Kami meminta kepada Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan untuk menindaklanjuti tuntutan kami untuk memproses Rudi Hermanto yang juga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan atas pernyataannya di media sosial facebook yang menyebut mahasiswa ‘demo karena ada order dan pesanan’. Kami minta agar yang bersangkutan langsung menyahuti kami dan dicopot dari jabatannya,” tegas Ketua Demisioner HMI Padangsidimpuan Amiruddin Laoli dalam orasinya didukung ratusan massa mahasiswa lainnya.
Tak hanya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan juga menyampaikan hal yang sama. Kata mereka, apa yang diucapkan oleh anggota DPRD dari PDIP Kota Padangsidimpuan itu sudah melukai dan mencederai hati mahasiswa.
“Apalagi saat ini, kami para mahasiswa secara masif turun ke jalan untuk melakukan aksi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang ada saat ini. Dan itu murni dari hati nurani tanpa ada yang menunggangi dan murni kepentingan rakyat,” timpal Sekjen BEM UMTS Rony Yacub Azhari.
Sayangnya, aksi mahasiswa yang ingin langsung bertemu dengan anggota DPRD Padangsidimpuan, Rudi Hermanto tidak kesampaian. Lewat anggota DPRD lainnya, yang bersangkutan diakui sedang tidak berada di kantor (DPRD) dan tidak diketahui keberadaannya.
“Saya sudah cek di kantor dan yang bersangkutan tidak ada di tempat juga tidak diketahui keberadaannya. Nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk menindaklanjuti tuntutan adik-adik,” jawab Andi Arisandi, anggota DPRD yang menerima aksi mahasiswa.
Tak puas dengan penerimaan tersebut, massa melanjutkan aksi ke Mapolres Kota Padangsidimpuan. Setelah berorasi menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka, massa secara simbolis melaporkan oknum anggota DPRD Kota Padangsidimpuan ke SPKT Polres Padangsidimpuan dan disaksikan langsung Kapolres AKBP Hilman Wijaya.
“Masih secara simbolis kita laporkan, dan sudah diterima langsung oleh Kapolres. Insyaallah besok, baru akan kita laporkan secara resmi dan dilakukan BAP,” tukas Amiruddin Laoli yang melaporkan Rudi Hermanto dengan sangkaan undang-undang IT.
Tak hanya Rudi, massa juga melanjutkan aksi mereka ke Mapolres Tapanuli Selatan yang berada di Kota Padangsidimpuan. Aksi massa disambut Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal dan langsung mengajak mereka untuk makan siang bersama sebelum menyampaikan apa aspirasi dan tuntutan mahasiswa.
Dihadapan Kapolres, massa meminta agar menindak tegas oknum ASN Pemkab Tapsel atas nama Pangadilan Siregar yang juga dianggap telah menghina dan mencedari hati mahasiswa.
“Kami juga meminta kepada pihak kepolisian Tapanuli Selatan untuk menindaklanjuti ASN Pemkab Tapsel atas nama Pangadilan Siregar yang telah mencederai hati kami dengan mengatakan ‘Mahasiswa Kardus’ dan ‘Menghasilkan Mahasiswa yang Koruptor’,” tukas Laoli.
Mereka juga mengecam aksi represif dan intimidatif kepolisian kepada mahasiswa yang terjadi di Bengkulu, Medan dan daerah lainnya saat melakukan aksi unjuk rasa. “Tugas polisi adalah melindungi dan menjaga kami saat melakukan aksi, bukan malah dipukuli. Dan untuk itu kami mengecam aksi represif polisi yang ada terjadi dan banyak menimpa kawan-kawan kami mahasiswa. Untuk itu, kami minta kepada Kompolnas untuk mengevaluasi kinerja aparat kepolisian baik yang ada di Polda Sumut dan daerah lainnya,” tegasnya dihadapan Kapolres Tapsel.(rilis)
Loading...
Baca juga:  Kepergok Curi Steling, Heri Babak Beluk Dihajar Warga
Loading...

Komentar Facebook