Kalahkan PSMS 0-2, Pelatih Bhayangkara: Kami Manfaatkan Kelemahan Kiper

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA CO.ID- Skuad PSMS Medan U-19 mengalami kekalahan keduanya pada laga Grup 1 Liga U-19 di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/10) malam. Kali ini, Bhayangkara FC membuat kans tim Ayam Kinantan lolos fase grup menipis setelah kalah 0-2.

Loading...

Ironisnya, bermain di hadapan publik pendukungnya, tim besutan pelatih Fidel Ganis harus takluk, padahal, tim tamu hanya diperkuat 10 pemain setelah gelandang Bhayangkara, Najmul Muttaqin diusir wasit Ary Wicaksono menit 23 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSMS.

Asisten pelatih Bhayangkara FC, Johni Hermanto mengatakan, kemenangan Bhayangkara atas PSMS adalah keberhasilan memanfaatkan kelemahan kiper tuan rumah, Ernesto Ganis Siregar. Selain itu, pemain bermain disiplin dengan permainan kolektif kendati kehilangan satu pemain tengah.

“Pada prinsipnya kita main kolektif, main dari kaki-ke-kaki. Walau kurang satu pemain, kami tetap memainkan bola pendek, dan switch play (penguasaan bola memanfaatkan lebar lapangan). Ada beberapa kelemahan kiper, itu yang kita manfaatkan,” ujar Jhoni usai pertandingan.

Tidak mampu menciptakan gol di babak pertama, kata Johni, pemain Bhayangkara terus bermain disiplin, sehingga membuka celah untuk melakukan penyerangan dan berujung dua gol tercipta.

Sementara itu, pemain belakang Bhayangkara FC, Ikhsan Hidayah Marzuki, menambahkan, kerja keras yang ditunjukkan dia dan rekan setimnya menjadi kunci kemenangan. Apa lagi kata dia, pelatih juga menginstruksikan timnya bermain seolah sedang tertinggal. “Walau kami kekurangan pemain, kami tetap kerja keras. Pelatih juga bilang agar kami menganggap tim sedang kalah,” ucapnya.

Menanggapi kekalahan kedua PSMS U-19, Asisten Pelatih Yudha Hendrawan Harahap mengatakan, pelatih sudah menginstruksikan agar tim bermain semaksimal mungkin. “Sebagai pelatih sudah menginstruksikan main semaksimal mungkin, tapi hasil berkata lain. Kita kalah karena melakukan kesalahan yang gak perlu terjadi. Kita evaluasi agar ke depannya bisa lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Dia mengaku performa kiper tidak ada masalah. Kata Yudha, Ganis Siregar sudah bermain maksimal. “Kiper tidak ada masalah, sudah maksimal. Terjadinya gol kedua karena kurang koordinasi antara kiper dan pemain,” ucapnya.

Soal kepergian pelatih PSMS U-19, Fidel Ganis Siregar meninggalkan timnya saat pertandingan berlangsung, menurut Yudha, Fidel terpaksa keluar lantaran ada keperluan mendadak. “Asisten (Dasrul Bahri) yang menggantikannya karena ada keperluan mendadak,” ucapnya.

Selain itu, kondisi lapangan yang basah karena hujan membuat instruksi pelatih tidak bisa diaplikasikan di lapangan. ‘”Lapangan basah, instruksi tidak bisa berjalan. Tapi pertandingan selanjutnya mungkin ada rotasi karena kelelahan  mengingat rapatnya jadwal pertandingan,” ungkapnya.

Sementara M Ridho Kalfi, penyerang PSMS U-19, mengatakan, Dewi Fortuna sedang tidak berpihak kepada timnya.

“Kami sudah menerima instruksi pelatih untuk main dan kerja keras, tapi Dewi Fortuna tidak berpihak. Pertandingan berikutnya kami harap bisa meraih poin,” ucapnya.

Pada pertandingan tersebut, dua gol Bhayangkara FC dilesakkan oleh striker Irfan menit 69 dan 76 babak kedua. Gol pertama, memanfaatkan bola mati, Irfan langsung menceploskan bola ke gawang PSMS dengan kepala tanpa bisa dibendung. Sedangkan gol kedua, dia berhasil melesakkan bola setelah bola yang sebelumnya ditangkap kiper PSMS U-19 kembali lepas dan menjadi liar di kotak penalti.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook