Prestasi Liputan Investigasi, Jurnalis asal Medan Ini Diundang Konferensi Jurnalis Asia di Korea 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIK.CO.ID- Global Investgative Journalism Network (GIJN) bersama Korea Center for Investigative Journalism dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) memberikan penghargaan kepada sejumlah jurnalis se-Asia berupa fellowship untuk menghadiri Uncovering Asia: The Third Asian Investigative Journalism Conference di Seoul, Korea Selatan, 5 – 7 Oktober 2018. Salah satu penerima penghargaan itu adalah Bambang Riyanto dari Harian Analisa–Medan.

Loading...

Senior Regional Programme KAS Glenn Chong dalam suratnya menjelaskan, peserta yang meraih fellowship akan ditanggung segala akomodasinya, baik tiket pulang pergi dan penginapan di Millenium Seoul Hilton. Peserta yang terpilih untuk dibiayai dikonfrensi itu adalah mereka yang portofolio-nya diseleksi secara ketat oleh dewan juri.

Persyaratan khusus adalah pernah melakukan liputan investigasi sekurang-kurangnya lima kali, dan berkenan membuat resume kegiatan usai acara serta melakukan pelatihan kecil tentang tema-tema yang diikuti sepulangnya dari konferensi.

Direktur Program GIJN David Kaplan dalam kata sambutannya mengatakan, Investigative Journalisme Asia atau Jurnalisme Investigatif Asia adalah bagian dari GIJN. Diselenggarakan dua tahun sekali dan 2018 adalah pelaksanaannya di Korea Selatan. Pada tahun ini, peserta yang terlibat ada 440 jurnalis dari 48 negara dengan 12 pembicara dan moderator serta terdiri dari 60 sesi diskusi panel. Tiket konfrensi habis terjual.

“Kami merasa perlu terus mendukung kegiatan yang dikhususkan untuk jurnalis investigasi ini. Sebab investigasi membutuhkan jaringan dan dukungan yang luas. Dengan bergabungnya, para jurnalis investigasi yang tidak hanya dari Asia namun juga Eropa maka diharapkan liputan investigasi mampu mengungkap persoalan-persoalan yang lebih besar dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih baik,” ujar David Kaplan bahwa dalam waktu dekat akan digelar konfrensi jurnalis investigasi dunia yang akan diselenggarakan di Hamburg, Jerman.

Bambang Riyanto sendiri telah melakukan beberapa liputan investigasi di Sumatera Utara, di antaranya persoalan Pemilukada di Deliserdang (2013) dan Nias Selatan (2014), investigasi data harta kekayaan pejabat daerah di Pakpak Bharat (2015), ikut membantu investigasi illegal fishing dan dikirim ke China dalam program Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) (2016), mengikuti pelatihan training of trainer jurnalisme data oleh Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (2017) dan meraih fellowship dari Free Press Unlimited untuk liputan investigasi bersama TEMPO dan Malaysia Kini tentang perdagangan manusia dari Indonesia – Malaysia yang meraih penghargaan Honorable Mention The Society of Publishers in Asia (SOPA) Awards (2018).(rilis)

Loading...

Komentar Facebook