Berkas Lengkap, 4 Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun Diserahkan ke Kejari Tobasa

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Kasus tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun segera berproses di persidangan, setelah Rabu (10/10), tim penyidik Polda Sumut menyerahkan empat tersangka berikut barang bukti kasus ini (P22) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba Samosir (Tobasa).

Loading...

Keempat tersangka yakni, Poltak Saritua Sagala selaku nakhoda KM Sinar Bangun; Golpa F Putra selaku Kapos Simanindo. Selanjutnya Karnilan Sitanggang, pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo; dan Rihad Sitanggang, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dinas Perhubungan Samosir.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian, mengatakan, penyerahan keempat tersangka dan barang bukti setelah berkas keempatnya dinyatakan lengkap (P21) beberapa waktu lalu.

“Keempat tersangka diterima oleh jaksa dari Kejari Samosir yang tadi dipimpin oleh Kasi Pidum Jhonkey Siagian pagi tadi,” ujarnya, Rabu (10/10)

Sumanggar mengatakan, sesuai ketentuan yang berlaku, persidangan ke empat tersangka akan digelar di Pengadilan Negeri Tobasa. Saat ini keempat tersangka dititipkan ke Lapas Samosir. “Keempat tersangka itu ditangani oleh dua tim jaksa,” tambah Sumanggar.

Sementara untuk Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan, yang turut ditetapkan sebagai tersangka saat ini masih ditangani penyidik Polda Sumut.

“Berkasnya (Nurdin Siahaan) masih P19, masih ada kekurangan yang harus dilengkapi oleh Polda Sumut,” ucap Sumanggar.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal itu diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepeda motor.

Sesuai data dari Basarnas, hanya 24 orang yang ditemukan terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 3 penumpang meninggal dunia. Sementara 164 orang lainnya dinyatakan hilang.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook