Banjir di Madina, 12 Desa Terendam Luapan Air Sungai Batang Natal

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 

PUBLIKA.CO.ID – Curah hujan deras dan panjang yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Kamis (11/10) lalu menyebabkan beberapa desa di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami banjir.

Loading...

Setidaknya sebanyak 12 Desa terkena banjir yakni, Desa Patiluban Mudik, Desa Belimbing, Desa Bonda Kase, Desa Patiluban Hilir, Desa Kampung Sawah, Desa Setia Karya, Desa Pasar III, Desa Sasaran Posisi, Desa Pangautan, Desa Taluk, Desa Sikara Kampung dan Desa Sikara Kara IV. Banjir terjadi lantaran luapan sungai Batang Natal.

Luapan air menerjang jalan nasional hingga terputus, tepatnya di Desa Taluk dan Desa SP 4, Kecamatan Natal. Badan jalan nasional terputus sepanjang 20 meter akibat derasnya air. Pemukiman penduduk sebagian tenggelam, bahkan diantaranya hancur karena terendam air.

Ratusan warga di Desa SP 4, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tidak dapat dievakuasi karena air yang membanjiri kampung mereka belum surut, sehingga dikhawatirkan warga di desa itu akan kelaparan.

“Sampai saat ini kondisi air masih menggenangi rumah penduduk, sehingga warga terjebak dan tidak bisa keluar, ” kata Kepala Desa SP 4 Hendra, Jumat (12/10).

Hendra mengatakan, evakuasi warga Desa SP4 sulit dilakukan. Selain desa dikepung banjir akses jalan juga hingga kini masih terputus. Bantuan tim evakuasi kendati sudah datang, namun belum ada kabar mengenai hasilnya.

“Kalau tidak bisa dievakuasi secepatnya, warga akan kelaparan. Tak ada yang bisa dilakukan, kita hanya berdoa agar semua warga desa selamat,” katanya.

Di Desa SP 4, salah satu sekolah dipastikan terbenam, karena berdasarkan informasi dari warga, air yang menggenangi sekolah itu mencapai 3 meter.
Banjir mulai dirasakan warga di kampung itu sejak Kamis (11/10). Puncaknya, pada pagi hari, karena ketinggian air drastis naik dan menggenangi pemukiman.

Dia khawatir, apabila hujan masih turun, maka ketinggian air bisa naik lagi. Menurutnya, curah hujan yang tinggi menjadi penyebab banjir yang terjadi di kampungnya. Sayangnya, camat setempat belum bisa memberikan keterangan, karena telepon selulernya belum dapat dihubungi.

Hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah setempat. Bahkan, ketika banjir terjadi, camat dan sekretaris kecamatan tidak berada di tempat.
Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji membenarkan bahwa beberapa kawasan di Madina mengalami banjir. “Saat ini anggota sama masyarakat mencari korban,” kata Irsan melalui sambungan telepon seluler, Jumat (12/10/2018).

Ditanya berapa kecamatan yang terdampak banjir, Irsan mengaku belum melakukan pendataan secara keseluruhan. Saat ini saya masih dilokasi, semua anggota dan Kapolsek-kapolsek sedang melayani masyarakat,” ujarnya.

“Kita utamakan melayani dulu, baru nanti kita data. Saya mohon maaf ya, karena saya lagi dilokasi ada mobil nyemplung belum naik korbannya sama warga,” terang Irsan.

Belum ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook