Bermaksud Amankan Demo di Kejati Sumut, Petugas Polsek Delitua Disebut Diusir Petugas Keamanan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Sejumlah petugas Polsek Delitua batal melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) Senin (15/10) setelah petugas keamanan dalam (Kandal) Kejati Sumut disebutkan mengusir mereka.

Loading...

Petugas kepolisan tersebut selanjutnya memilih membubarkan diri saat melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa akibat aksi petugas keamanan alih daya atau outsourcing itu.

Kejadian berawal saat petugas kepolisian ini sedang melaksanakan apel pengamanan di halaman depan kantor Kejati Sumut yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Deli Tua, AKP Tina Pulitawati. Namun tiba-tiba datang seorang petugas Kamdal Kejati Sumut yang melarang dan mengusir para petugas kepolisian ini.

“Sebelumnya, personel kita akan melakukan pengamanan aksi unjuk rasa terlebih dahulu melaksanan apel di halaman depan kantor Kejatisu. Namun tiba-tiba datang seorang petugas Kamdal Kejati Sumut meminta surat izin,” ungkap Kapolsek Delitua Kompol BL Malau kepada wartawan.

BL Malau menjelaskan, petugas Kamdal outsourching dari pihak Kejati Sumut itu bernama Teguh (28). Malau melanjutkan, tindakan petugas Kamdal itu dilakukannya, berdasarkan perintah dari Kasipenkum Kejati Sumut. “Kemudian atas pelarangan tersebut maka personil pengamanan pun membubarkan diri,” jelasnya.

BL Malau menyatakan, saat membubarkan diri itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian langsung menjumpai Wakapolsek Delitua AKP Tina Pulitawati untuk memberi klarifikasi atas kejadian tersebut. Kepada Tina, Sumanggar menjelaskan bahwasanya pelarangan itu hanyalah sebuah kesalahpahaman saja.

Saat ini, kata BL Malau, Kamdal outsouching bernama Teguh tersebut sudah tidak ada lagi ditemukan di Kantor Kejati Sumut. Menurut Kapolsek, para pegawai Kejati Sumut menutupi dimana keberadaan Teguh dan enggan memberikan informasi atas kejadian tersebut.

“Padahal ini objek yang mau kita jaga, orangnya yang mau kita jaga kok malah diusir. Lagian ngapain kami di situ kalau nggak ada unras (unjuk rasa),” pungkasnya.

Terpisah, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi mengatakan info tersebut tidak benar. “Itu cuma salah pènyampaian oleh pihak kamdal kita, tapi uda diklarifikasi kepada yang bersangkutan, tidak ada masalah,” ucap Sumanggar.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook