Berniat Kabur dari PN Medan, Tahanan Ini Babak Belur Digebuk Petugas

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.Id- Sempat lari dari  saat hendak dibawa ke ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/10), upaya Natalis Marganda Samosir (42) kabur digagalkan pengawal tahanan (waltah) yang langsung mengamankannya dan menggebukinya di halaman belakang PN Medan.

Loading...

Kejadian bermula saat rombongan tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan tiba di PN Medan dari Rumah Tahanan (Rutan)  Kelas 1 A dengan mobil tahanan untuk bersidang. Awalnya, proses penurunan dan pemindahan tahanan menuju ruang tahanan sementara PN Medan berjalan lancar.

Namun suasana seketika berubah. Suara kepanikan mulai terdengar ditambah suara gemuruh hentakan kaki sejumlah orang.

Seorang tahanan yang mengenakan kaos kerah putih-biru sedang dikejar-kejar pengawal tahanan (waltah) dibantu pihak kepolisian. Aksi percobaan melarikan diri tahanan ini tak berlangsung lama. Pria berbadan kurus tersebut hanya mampu berlari keluar pagar belakang. Sontak, tahanan yang tak sanggup lagi berlari menuai bogem mentah secara bertubi-tubi oleh waltah. Ia pun tersungkur di jalan, namun tetap saja petugas melayangkan pukulan yang merasa emosi.

Saat digiring kembali ke dalam Gedung PN Medan, sorakan provokasi dari tahanan yang masih berada di dalam mobil tahanan juga membuat waltah emosi. “Diam kau! Diam kau!” ucap waltah sembari melempar sendal ke lubang ventilasi mobil tahanan.

Tahanan yang mencoba melarikan diri diamankan waltah dibantu kepolisian memasukkannya ke dalam sel. “Aduh…. Aduh…,” erang kesakitan tahanan tersebut yang diduga kembali dihajar sesama tahanan.

Kepala Kejari Medan Dwiharto ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan identitas tahanan yang berusaha melarikan diri. Begitu pun, katanya, ia masih menunggu informasi dari Kepala Seksi Intelijen.

“Nanti dulu deh. Saya tunggu laporan kasusnya seperti apa. Saya baru dapat informasi juga dari Kasi Intel. Intinya, kami mengimbau, jangan coba-coba melarikan diri. Prosedur sudah kami tempuh. Janganlah mencoba melarikan diri,” kata Dwiharto.

Atas kejadian ini, Kejari Medan juga merasa perlu meningkatkan dan menguatkan proses pengawalan tahanan mulai dari rutan menuju pengadilan dan sebaliknya. “Yang jelas akan lebih ditingkatkan lagi. Makanya, saya coba evaluasi nanti kenapa bisa terjadi seperti tadi,” ujarnya.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook