Ditengarai Proyek Siluman, Pembangunan Taman di Pantai Natal Diberhentikan Camat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Camat Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Riplan S.sos menghentikan pengerjaan pembangunan dan penataan taman di pantai Pasar II Kecamatan Natal.

Loading...

Aksi Camat itu dilakukan karena Sampai saat ini belum ada satupun Yang menghadap untuk menjelaskan mengenai proyek tersebut. “Ini proyek apa, dari mana, penanggung jawabnya siapa, dan tidak ada papan proyek. Kami menduga pengerjaannya akan dilakukan sal-asalan, jadi kami hentikan,” ujarnya, Sabtu (20/10).

Riplan juga sudah meluapkan kekesalanya, Jumat (19/10) dengan mendatangi para pekerja di lapangan. Kekesalannya memuncak ketika tidak dapat pihak yang bisa menjelaskan saat dia mempertanyakannya. “Saat ditanya tidak satu pun yang bisa menjawab pertanyaan saya, dan selanjutnya saya arahkan agar menghentikan sementara pekerjaan sampai ada pihak yang bertanggung jawab menjelaskan ini proyek apa,” tuturnya.

Menurut Riplan, proyek tersebut ditengarai merupakan proyek “siluman” sehingga dihentikan. “Semalam (Jumat 19/10) sudah saya larang sampai yang punyak proyek ini ketemu dengan camat, sehingga diketahui sampai di mana jangkauaan pembangunan taman itu. Apa lagi dari pihak pemerintah kecamatan sudah berencana untuk merelokasi warung warung yang ada di sepanjang lapangan merdeka natal dan akan ditempatkan di pantai natal, sehingga dengan tidak adanya pemberitahuan pembangunan di lokasi tersebut akan mengganggu proses relokasi tersebut.” ungkapnya.

Di tempat terpisah Hendra Barani Hutasuhut Ketua KNPI Kecamatan Natal menanggapi positif langkah camat tersebut. “Memang harus dihentikan proyek pembangunan taman di sepanjang Pantai Natal Ini, karena jangankan sosialisasi, papan informasi proyek pun tidak ada. Bahkan saat kami tanyakan langsung kepada beberapa pekerja mereka juga menyatakan tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Seharusnya kata dia, proyek yang didanai anggaran pemerintah harusnya transparan tapi buktinya pada pembangunan Taman ini malah terkesan seperti proyek siluman.

Dari pantauan di lapangan, terlihat ada salah satu lampu taman yang baru dibangun dalam keadaan tumbang. Anehnya lagi, yang digunakan untuk menanam tiang tersebut hanya menggunakan bambu sebagai penyambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pengerjaan proyek tersebut. Namun dari informasi yang didapat, pelaksana Harian pembangunan taman Muhammad Rojak mengatakan proyek tersebut dari Dinas Pertamanan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Madina.(rilis)

Loading...

Komentar Facebook