Ingin Terus Mengabdi untuk Rakyat, Herri Zulkarnain Nyaleg DPR RI

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Sukses menjadi Anggota DPRD Kota Medan selama dua periode, Herri Zulkarnain memutuskan untuk maju di Pemilihan Legisatif (Pileg) 2019 sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil Sumatra Utara (Sumut) I, meliputi (Kota Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai), menggunakan mesin partai yang sama, Partai Demokrat.

Loading...

Pria yang saat kuliah sambil bekerja menjadi satpam itu pun menjabarkan alasannya terjun ke politik, hingga kemudian ikut bertarung sebagai Caleg DPR RI di Pileg 2019 nanti. Menurutnya, politik adalah tentang pengabdian, dan ia merasa pengabdiannya selama ini di Kota Medan sudah cukup. Sudah saatnya, ia mengabdi untuk wilayah yang lebih luas lagi.

“Sebelum menjadi Anggota DPRD Kota Medan, saya ini dosen di beberapa perguruan tinggi swasta di sini. Selain itu, saya juga manager di beberapa perusahaan besar. Jadi secara materi sudah cukup. Maka terjun ke politik, murni karena panggilan hati untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat. Kebetulan keluarga, teman-teman juga sangat mendukung,” cerita Herri Hutajulu kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

“Terus kenapa saya maju di Pileg 2019 sebagai Caleg DPR RI? ini pun tak lepas dari dukungan banyak pihak dan permintaan dari masyarakat. Selama saya jadi Anggota DPRD Kota Medan, saya selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke daerah lain di Sumut ini, dan sambutan mereka pun sungguh luar biasa,” tambah Herri Zulkarnain.

Meski demikian, ia mengatakan tidak berarti ketika terpilih menjadi Anggota DPR RI, ia akan melupakan Kota Medan yang telah membesarkan namanya. Ia tetap akan melakukan seperti yang selama ini ia lakukan untuk warga Kota Medan. Apalagi, Medan menjadi salah satu daerah pemilihannya.

“Prinsip saya selagi masih bisa melakukan sesuatu untuk orang banyak maka lakukanlah. Dan saat ini saya merasa masih bisa melakukan itu. Tetapi, Kota Medan, ibarat rumah orang tua saya, tidak mungkin ada orang yang tega melupakan keluarga yang telah membesarkannya, kecuali orang-orang yang tidak punya hati,” pungkasnya

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook