Legenda Timnas asal Sumut ini Sebut Bima Sakti Tepat Gantikan Milla

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Legenda timnas asal Sumut, Ansyari Lubis menilai, Bima Sakti merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan peran Luis Milla sebagai juru taktik Timnas Indonesia.

Loading...

Uwak-sapaannya- mendukung penuh keputusan PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai juru taktik baru Timnas Indonesia. Ansyari yakin mantan kompatriotnya itu bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk Piala AFF 2018.

“Sangat tepat karena Bima kan sudah bekerja dengan Luis Milla selama 1,5 tahun. Artinya kan Bima sudah paham dan bisa menerjemahkan taktikal apa yang dilakukan Luis Milla sebelumnya,” kata Ansyari Lubis, Senin (22/10).

Ansyari yang akrab disapa Uwak itu sangat yakin akan kemampuan Bima. Keduanya pernah bermain satu tim di Pelita Jaya dan Timnas Indonesia 1995-1997. “Bima saat ini pasti lebih paham akan karakter Timnas dan dia tahu pemain-pemain mana yang layak untuk dipanggil,” kata Uwak.

Pria yang saat ini menukangi tim yang pernah diperkuatnya, PSDS Deliserdang, itu juga menghargai kehadiran Kurniawan Dwi Yulianto sebagai asisten Bima Sakti. “Kurniawan juga punya kualitas sebagai pelatih karena dia salah satu instruktur Filanesia. Oke Filanesia itu masuk kelompok umur, tapi dasar dan pengembangannya itu juga untuk senior, jadi tidak ada masalah,” paparnya.

Seperti diketahui, Bima Sakti dan Kurniawan merupakan dua legenda Timnas Indonesia. Keduanya masuk dalam tim Primavera yang dikirim ke Italia untuk menimbah ilmu sepak bola.

Namun untuk karir kepelatihan, keduanya terbilang belum cukup punya jam terbang cukup, pasalnya Bima dan Kurniawan belum sekali pun menduduki pelatih kepala di level klub senior, bahkan pada kasta liga terbawah. Bima, hanya sebatas asisten pelatih merangkap pemain saat di Persiba musim 2016 lalu.

Lagi-lagi Uwak tak menganggap itu sebuah masalah. “Bima dan Kurus (julukan Kurniawan) punya kapasitas untuk mengatasi masalah tersebut,” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan beban target di Piala AFF 2018 ini? Indonesia untuk level senior saat ini masih haus akan gelar, bahkan belum sekali pun merasakan manisnya gelar juara.

Sepanjang 11 kali penyelenggaraan Piala AFF, Indonesia telah mencicipi 5 kali final (2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016). Tahun ini, Timnas Indonesia akan turun di Piala AFF 2018 tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina dan Timor Leste. “Itu tantangan dari seorang pelatih, dan Bima pasti bisa melaluinya,” pungkasnya.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook