Tahun Lalu Divonis Dua Tahun, OK Kurnia Ditangkap Lagi Kantongi Sabu di Siantar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- OK M Kurnia Aryeta, ditangkap personel Polres Pematangsiantar di Jalan M H Sitorus Kota Pematangsiantar, pada Jumat (26/10) malam. Barang bukti satu paket sabu seberat 0,63 gram diamankan dari kantong celananya.

Loading...

Yang menarik, anak mantan Bupati Batubara non aktif OK Arya itu divonis penjara dua tahun pada Kamis (10/8) tahun 2017 silam lantaran kasus yang sama, kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,08 gram yang dibelinya seharga Rp150 ribu.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Jamaluddin tersebut, OK Muhammad Kurnia Aryeta divonis penjara selama dua tahun. Saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Tetty Simbolon menuntutnya selama tiga tahun dan enam bulan penjara.

Bahkan, menanggapi vonis tersebut JPU langsung menyatakan banding. Belum bisa dipastikan apakah OK Muhammad Kurnia Aryeta memang sudah selesai menjalani masa hukuman tersebut, hingga akhirnya kembali ditangkap atau seperti apa.

Menanggapi penangkapan itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumut, Priyadi saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengetahuinya.

Priyadi menyebutkan akan mengeceknya nanti setelah sampai di Kota Medan. “Suaranya putus-putus. Saya lagi di mobil mau ke Siantar ini. Nanti saya cek ya,” ucapnya dari seberang telepon, Selasa (30/10).

Ketika dicerca pertanyaan lainnya, sambungan telepon tiba-tiba terputus. Dihubungi lagi, operator menyebutkan nomor yang dihubungi sedang sibuk.

Sekadar informasi, selama bersidang di PN Medan pada kasus sebelumnya, pria yang disapa Koko kerap membuat gaduh dan sempat mencoba memukul wartawan hingga berkelakuan tidak baik. Terakhir, dia melontarkan perkataan kotor dan mengacungkan jari tengah.

Koko saat ini mendekam di Rutan Kelas I Tanjung Gusta setelah tertangkap basah saat pesta sabu di salah satu penginapan kelas melati yang berada di daerah Medan Sunggal.

Untuk informasi, Sat Narkoba Polres Batubara pernah menangkap Koko bersama saudaranya Mirza Hafid (24) pegawai honorer BNPB Pemkab Batubara karena diduga mengkonsumsi sabusabu dengan mengendari mobil Suzuki Swift plat palsu  (BK 3012) di daerah Tanjung Gading, Kecamatan Air Putih, Batubara. Saat itu ke keduanya hanya menginap tiga malam saja di Polres Batubara dengan alasan direhabilitasi.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook