Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ini Merengek Minta Pengampunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID-  “Tolonglah saya pak hakim agar hukuman ini diringankan. Saya janji nanti setelah keluar dari penjara saya akan bertobat tidak menjual narkoba lagi,” ucap Zulkifli kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Dominggus Silaban, Rabu (7/11) dengan suara parau menahan tangis.

Loading...

Permohonan itu disampaikan pria yang disapa Zoel, terdakwa pemilik narkoba jenis sabu seberat 35 Kg, jaringan internasional di ruang Cakra 6 PN Medan, setelah jaksa penuntut umum (JPU) Sarjani, membacakan tuntutan Hilman mati kepadanya.

Dalam nota tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dan subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas perbuatannya, Zulkifli terancam hukuman mati.

“Meminta majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman mati,” ucap JPU Sarjani Sianturi.

Sebelumnya dalam dakwan JPU, diketahui saat itu polisi  membekuk Zulkifli alias Zoel, yang saat itu buntuti dan tangkap saat mengendarai mobil Avanza dari Langsa ke Medan membawa narkoba jenis sabu seberat 35 Kg.

Pantauan di ruang sidang selama mendengarkan pembacaan tuntutan, terdakwa Zulkifli terlihat seperti  orang linglung, wajahnya pucat tak bersemangat, bahkan, kepalanya hanya tertunduk. Namun saat dimintai tanggapannya atas tuntutan JPU, spontan Zoel mengucapkan permohonannya.

Menanggapi permintaan terdakwa, majelis hakim memberikan respons singkat. “Ya nanti, akan dipertimbangkan, buat dulu pledoi mu” ucap hakim. Usai mendengar tuntutan JPU), majelis hakim menutup sidang untuk digelar pekan depan.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook