Dua Gardu Induk Beroperasi, 99% Desa di Nias Nikmati Listrik

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- PT. PLN (Persero) resmi operasikan Gardu Induk Gunung Sitoli dan Gardu Induk Teluk Dalam serta Trasmisi 70 kV untuk menambah kehandalan ketenagalistrikan. Dengan tambahan daya itu, diklaim mampu memasok listrik ke 99% Desa di Nias.

Loading...

Hal tersebut ditandai dengan syukuran PLN Unit Pembangunan Sumatera Bagian Utara di lokasi Gardu Induk Gunung Sitoli, Rabu (7/11/2018).

“Ini sudah cukup menerangi Kepulauan Nias. Dan dengan kondisi daya yang ada itu, maka 99% desa di Nias dapat menikmati listrik,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN Wiluyo Kusdwiharto yang hadir di acara tersebut.

Dia menjelaskan, beroperasinya dua Gardu Induk serta Trasmisi 70 kV tersebut, memudahkan distribusi listrik di Kepulauan Nias tanpa kehilangan daya (losses). Jika sebelumnya Nias memiliki kapasitas 6,5 MW dari PLN, tetapi saat ini menjadi 50 MW (termasuk daya sewa) dengan beban puncak 31 MW.

“Kalau sebelumnya sambung sana sambung sini ada losses daya, saat ini tidak lagi. Sementara rasio elektrifikasi di Nias mencapai 60% dan akan terus kita tingkatkan,” jelasnya, dalam keterangan resmi yang disampaikan PLN UIW Sumut, Rabu (7/11/2018).

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara Octavianus Padudung mengungkapkan jika kedua Gardu Induk dan jaringan Transmisi 70 kV, merupakan infrastruktur ketenagalistrikan bertegangan tinggi pertama yang ada di Kepulauan Nias.

“Dengan beroperasinya kedua gardu induk dan transmisi 70 kV ini maka semakin menerangi Pulau Nias, sehingga peristiwa gelap pada dua tahun yang lalu tidak akan terulang lagi,” papar Octavianus.

Gardu Induk Gunung Sitoli dengan kapasitas 2 x 30 MVA dan Gardu Induk Teluk Dalam 1 x 30 MVA, serta jaringan transmisi 70 kV Gunung Sitoli – Teluk Dalam dengan panjang 192,8 kms, memiliki jumlah tower 402 set. Dan program tersebut adalah realisasi dari proyek yang peletakan batu pertamanya (groundbreaking) oleh Presiden Jokowidodo pada 17 Agustus 2016.

Reporter: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook