Berdamai, Kemitraan Sabar Sitorus-H Arbie Barlanjut

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Arbie Abdul Gani, Direktur Utama PT Citra Bintang Familindo (CBF) memutuskan mencabut laporan terhadap PT Damai Jaya Lestari (DJL) terkait dugaan penggelapan. Keputusan tersebut dilakukan setelah kedua pihak sepakat melakukan perdamaian.

Loading...

Hal itu disampaikan General Manager PT CBF, Suriadin Noernikmat, saat menggelar jumpa pers di Medan, Kamis (13/12). Pada pertemuan yang dihadiri Arbie Gani dan direksi PT DJL, Sabar Ganda Sitorus, Suriadin mengatakan, permasalahan yang sebelumnya sampai ke ranah hukum tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sebelumnya pihak kami membuat laporan pengaduan ke Poldasu, prososesnya bergulir. Sampai diambil suatu sikap untuk duduk membicarakan penyelesaian,” kata Suriadin.

Sementara itu Arby Gani menyatakan, dari hasil pertemuan dengan Sabar Sitorus, disepakati adanya perdamaian dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan.

“Tujuan kami menggelar pertemuan ini, agar bisa menjadi penyeimbang informasi sebelumnya. Setelah damai, nantinya kami akan mencabut perkara dari Polda Sumut,” ucapnya lagi.

Arby Gani yang duduk bersebelahan dengan Sabar Sitorus menjelaskan, kesepakatan damai tersebut dicapai setelah sebelumnya kedua belah pihak melakukan musyawarah. Pada kesempatan itu dia memohon maaf kepada pihak keluarga Sitorus.

“Pada pertemuan itu kami berpelukan, tidak ada pertikaian, kekeluargaan dilanjutkan kembali. Mohon maaf ada sedikit emosi menyikapi persoalan ini. Harapannya hubungan baik ini bisa lebih baik dari seluruhnya. Pernyataan maaf kepada keluarga pak Sabar dan pak Sihar (Sihar Sitorus),” ucapnya.

Pada pertemuan yang difasilitasi oleh Kelompok Kerja Kehumasan (Pokja Humas) Sumut itu dia menjelaskan, pihaknya akan mencabut laporan tersebut dalam pekan ini. “Saya sudah kenal lama dengan mendiang pak DL Sitorus (ayah Sabar Sitorus). Apa lagi saya rasa, sebagai pengusaha pribumi kami harus lebih berkolaborasi,” ujarnya disaksikan Ketua Pokja Humas, Supriadi dan pengurus lainnya.

Menanggapi hal tersebut Sabar Sitorus menjelaskan kronologis sehingga penyelesaian secara kekeluargaan dicapai. “Pada gelar perkara dua hari lalu, kami akui material kami ada kekurangan pada perjanjian yang kami buat. Saya sendiri melakukan pendekatan pembayaran. Pada gelar perkara itu saya mau berbincang lagi untuk membicarakan material yang belum saya penuhi,” ucapnya.

Sabar mengaku sempat tersinggung dengan pernyataan dari pihak PT CBF pada persoalan tersebut yang dia sebut sebagai hal immaterial cost (biaya bukan materil). Namun saat kesepakatan damai dicapai, pihaknya mengaku telah memberikan maaf.

“Saya berbahagia saat ini, immaterial biaya itu dengan gentle diakui oleh bang Arby. Pernyataan maaf beliau itu yang menetralkan biaya immaterial, Cost immaterial itu penting dan telah dihapus. Mudah2an ini bisa pernyataan ini ditayangkan dengan baik di media cetak,” jelasnya.

Sabar menegaskan tidak akan melakukan tindakan hukum balasan atas kasus tersebut. Bahkan ke depan dia mengaku akan melanjutkan kerja sama dengan PT CBF. “Perjanjian belum berakhir, perjanjian durasinya satu tahun belum sampai. Kalau berakhir akan diperpanjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT CBF melalui kuasa hukumnya, T Nasrullah resmi melaporkan jajaran direksi PT Damai Jaya Lestari, Sabar Ganda Sitorus dan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus ke Polda Sumuta, Senin (25/6/2018) sekira pukul 11.45 WIB. Laporan itu dilakukan setelah PT DJL dinilai lalai dalam kesepakatan kontrak sewa kapal tangker PT CBF, pengangkut crude palm oil (CPO) milik PT DJL.

Dalam surat bukti lapor No: STTLP/712/VI/2018/SKPT”II” yang diajukan GM PT Citra Bintang Familindo, Suriadin Noernikmat, pihaknya melaporkan Sabar dan Sihar terkait dugaan tidak pidana penipuan dan atau penggelapan, serta perbuatan tidak menyenangkan.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook