Protes Skema Tarif Baru, Ratusan Mitra Grab Tandatangani Petisi

Aksi Digelar di Lima Titik di Medan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Ratusan pengemudi (driver) mitra Grab Medan yang menyebut mereka Team Koalisi Leader Medan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap skema baru yang diterapkan Grab. Protes itu dilakukan dengan penandatanganan petisi, Kamis (20/12).

Loading...

Aliansi yang merupakan gabungan dari 19 komunitas pengemudi mitra Grab se-kota Medan itu menggelarnya di lima titik kota Medan. Mereka membentangkan spanduk kosong yang bertuliskan “Solidaritas Mitra Grab Medan Tolak Sistem Diamond” yang kemudian ditandatangani para driver Grab Medan di lima lokasi yakni di Jalan Kapten Muslim, Jalan Mesjid Raya, Jalan AH Nasution, Jalan Willem Iskandat dan Jalan Dr Mansyur.

Totok, Koordinator Aksi di Jalan Kapten Muslim mengatakan sistem yang diterapkan operator Grab saat ini sangat menyulitkan para driver. Apalagi tarif yang dipatok tidak rasional. “Sudah tidak sesuai dengan kalkulasi kebutuhan operasional. Sistem yang dulu lebih baik. Jadi kami minta tarif itu disesuaikan yang manusiawilah setiap orderan,” kata Totok.

Ada sembilan tuntutan yang disuarakan para driver Grab. Antara lain pihak Grab operasional Medan harus menetapkan jaminan pendapatan (tarif terendah) driver khususnya layanan Grab Bike dan Grab Express Rp10 ribu per order dengan maksimal jarak 5 km, meminta pihak operator menetapkan tarif terendah Grabfood Rp15 ribu per order, memberikan tambahan pendapatan di atas pukul 23.00 sampai 05.00 minimal Rp2 ribu per Km.

Selanjutnya, mengubah standar pencapaian insentif sebagai bentuk apresiasi pads kinerja mitra driver, agar operator konsisten dengan hasil kesepakatan dan tidak merubah hasil kesepakatan (baik secara teknis maupun non teknis) sebe|um adanya kesepakatan selanjutnya bersama team koalisi leader Medan, membatasi penerimaan mitra driver baru.

Selanjutnya mengaktifkan kembali akun mitra driver yang mendapat sanksi suspend maupun putus mitra tanpa adanya bukti melakukan kecurangan atau pelanggaran kode etik, operator harus aktif bekerja sama dengan mitra driver melalui leader Komunitas membenahi persoalan, dan terakhir mengubah atau memperkelas isi-isi kesepakatan peraturan kemitraan maupun kode etik yang multitafsir.

Menurutnya ini merupakan aksi yang kedua kalinya dilakukan. “Yang pertama dulu tidak ditanggapi. Jadi kalau ini tidak ditanggapi lagi kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Selain itu secara nasional nanti juga akan ada aksi di semua daerah,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga telah menyurati Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan berharap bisa menjembatani dengan pihak perusahaan. “Kami sudah surati Gubernur dan mereka akan menampung aspirasi kita. Tapi belum tahu kapan jadwalnya mereka akan memanggil kami dan juga pihak Grab,” bebernya.

Selain itu dalam aksi ini pihaknya tidak memaksakan para mitra Grab untuk tidak menjalankan order. “Tidak masalah mereka mau tetap narik. Kami tidak paksa. Ini aksi damai. Banyak juga tadi yang sehabis tandatangan lalu narik lagi,” ungkapnya.

Setelah mengumpulkan tandatangan di lima titik, para driver bersama-sama menyerahkan spanduk tanda tangan itu ke kantor Grab di Komplek CBD Medan sekitar pukul 15.30 WIB dan bubar dengan tertib. (Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook