Peringati Milad, IMM Mas Mansyur Launching Pojok Baca

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Dalam rangka memperingati Milad ke 55 Tahun, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat K. H. Mas Mansyur Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan launching Pojok Baca, kegiatan ini dilaksanakan di taman baca Fakultas Ekonomi Unimed pada Kamis (14/3/2019).

Loading...

Ketua Bidang Riset Pengembangan Keilmuan (RPK) IMM Komisariat Mas Mansyur Unimed Yifnitra ketika diwawancarai melalui telepon (15/3/2019), menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang sudah direncanakan sejak beberapa bulan yang lalu. Program ini menurut Yifnitra nantinya akan secara rutin dilaksanakan pada hari kamis setiap minggu nya.

“Tabarakallah. Telah selesai dilaksanakan program kerja bidang RPK (Riset Pengembangan Keilmuan) PK IMM K.H. Mas Mansyur Unimed.  Program kerja POJOK BACA ini launching pertama kali pada tanggal 14 Maret 2019 berketepatan di hari Milad IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang ke 55 tahun. Pojok baca ini merupakan program kerja rutin yang akan di adakan setiap minggunya pada hari Kamis, mulai pukul 10.00-17.00 WIB berlokasi di taman belajar FE, nantinya akan dilaksanakan secara bergantian di FIS pada bulan April” tutur Yifnitra.

Yifnitra yang juga mahasiswa pendidikan akuntansi Unimed ini menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mendorong mahasiswa sadar akan pentingnya membaca buku.

“Kegiatan ini selain memperkenalkan aktivitas IMM di kalangan civitas akademik Unimed, kami juga ingin membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya membaca buku, serta menciptakan atmosfer positif di lingkungan taman belajar Fakultas Ekonomi dan FIS” lanjut Yifnitra.

Terakhir Yifnitra menjabarkan tentang pojok baca yang sedang dijalankan organisasi otonom Muhammadiyah itu. “Hakikat taman belajar bukan sekedar untuk beristirahat, bercerita, bersenda gurau, taman belajar juga bukan untuk tidur, apalagi bengong, taman belajar juga bukan untuk bermain gitar bernyanyi berteriak-teriak. Sejatinya taman belajar itu lebih layak untuk belajar, berdiskusi, dan membaca” tandasnya.

Reporter : Ahmad Arfah
Editor : Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook