Anggota DPRD Sumut Desak Aparat Berwenang Usut Penyebab Mahalnya Harga Gas Bersubsidi di Asahan dan Tanjungbalai

PUBLIKA.CO.ID – Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat dan pantauan langsung di beberapa lokasi, harga gas (elpiji) bersubsidi di Asahan dan Tanjungbalai ditemukan dijual dengan harga jauh melewati ambang batas.

Loading...

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Demokrat Zulkifli S.PdI kepada publika.co.id, Rabu (26/6).

“Banyak keluhan yang di sampaikan masyarakat dan setelah kita tinjau langsung ke lapangan, ternyata harga gas (elpiji) bersubsidi dijual dengan harga Rp. 23.000 sampai Rp. 25.000,” ungkapnya.

Baca juga:  1.292 Sekolah di Sumut Siap Gelar UNBK

“Seharusnya hanya boleh di harga HET Rp.17.000 sambungnya.

Legislator yang berasal dari Dapil Asahan-Batubara-Tanjungbalai ini menegaskan, selain bertentangan dengan hukum, memasang harga tinggi untuk barang-barang ataupun bahan-bahan bersubsi memberi efek domino yang buruk kepada masyarakat luas.

“Hal ini tentu tidak terjadi dengan begitu saja di antara para penjual. Pasti ada oknum yang secara sistematis membuat harganya menjadi sangat mahal. Dengan harga gas terlalu mahal ini, masyarakat akan mengalami kesusahan di berbagai aspek,” jelasnya.

Baca juga:  Gerebek Lokasi Narkoba, Polisi Dilempari Batu

Oleh karena itu, Zulkifli S.PdI meminta aparat berwenang seperti pihak kepolisian dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungbalai untuk segera mengusut dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Harus segera diusut tuntas, dan jika terbukti ada oknum yang secara sistematis sengaja menyebabkan harga gas bersubsidi menjadi mahal, harus segera ditindak tegas,” tandasnya.

Editor: Fajar Siddik

Loading...
Baca juga:  Terduga Penghina Agama Islam Di Siantar Akhirnya Diciduk Polisi

Komentar Facebook