Masa Depan Seni Budaya Kota Medan Sangat Bergantung Pada Pemimpinnya

PUBLIKA.CO.ID – Pelaku seni menggelar diskusi bertajuk Masa Depan Seni Budaya Kota Medan.

Loading...

Diskusi yang digelar, Rabu (26/6/2019) malam di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara itu menghadirkan dua pembicara, Dr Immanuel P Gintings dan seorang aktor sekaligus akademisi USU, Dr Edy Ikhsan SH MA.

Di hadapan peserta diskusi, Edy Ikhsan menegaskan masa depan seni budaya Kota Medan bergantung pemimpinnya. Menurutnya, sensitivitas seorang Walikota Medan tentang keberadaan seni budaya menjadi penting demi kota yang berkarakter.

“Para pelaku seni budaya tentu sudah banyak menyampaikan kritik seperti itu. Tapi kepemimpinan memang sangat mempengaruhi,” kata Dosen Fakultas Hukum USU pada diskusi yang dimoderatori Juhendry Chaniago itu.

Baca juga:  Gara-gara Kampanye Negatif dari Eropa, Bisnis Sawit Indonesia Nyungsep

Edy Ikhsan yang digadang-gadang maju di Pilkada Medan 2020 itu menilai tak menemukan konsep pembangunan yang berkarakter di Kota Medan.

“Bingung kita. Pembangunan infrastuktur tak berubah, pembangunan seni budaya apalagi. Kita kecewa karena kota yang tadinya dirancang rupawan ini menjadi tak beraturan. Saya tak berbicara ini karena adanya niat untuk Pilkada Medan, bukan. Ini kekecewaan yang sudah sering kita ungkap bersama,” ungkap Edy Ikhsan.

Di tempat yang sama, Akademisi Universitas HKBP Nommensen Dr Immanuel P Gintings mengurai roadmap kebudayaan daerah Kota Medan.

Baca juga:  Hujan Guyur Medan, Arus Lalin Tersendat Didepan Kampus USU

Untuk menggali dan mengakomodir kebudayaan di Medan serta menyusun pokok pikir kebudayaan, Pemerintah Kota Medan sudah membentuk Tim Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

“PPKD sudah memberikan 1.000 halaman pokok pikiran itu ke Dirjen Kebudayaan di Jakarta. Namun sayang belum ada tindaklanjutnya,” kata Immanuel.

Immanuel yang juga bagian dari Dewan Kesenian Medan itu menjelaskan untuk membentuk karakter kebudayaan itu, diawali dari pelaku seni dan budaya di Kota Medan itu sendiri.

“Kita ditanya itu oleh pemerintah pusat. Siapa saja pelaku seni budaya di Kota Medan. Apakah itu-itu saja orangnya?,” urai Immanuel.

Baca juga:  Peringati Hari Jadi MNSBDI ke-54, Gubsu dan Umat Buddha Tanam 10.000 Bibit Bakau

Kemudian, Medan harus memperhatikan kurasi, soal kritikus untuk kemudian sampai pada identitas budaya Kota Medan sendiri.

“Hal-hal ini jarang sekali mendapat perhatian dari pemerintah. Roadmap ini dibuat dalam jangka waktu 2020-2029. Jika setelah 2029 seni budaya kita tak juga punya masa depan, maka apalah Kota Medan ini,” tukas Immanuel.

Usai diskusi, para seniman menyerahkan fotokopi KTP mereka kepada Edy Ikhsan.

Hal itu sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Edy Ikhsan yang akan maju sebagai Calon Walikota Medan lewat jalur non partai.

Loading...

Komentar Facebook