PollDesk : Polarisasi Pilpres Akan Warnai Pilkada 2020

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN  –  Polarisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 diprediksi akan tetap mewarnai Pentas  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Sumatera Utara. Ada banyak indikator yang mnguatkan prediksi tersebut.

Loading...

Direktur Political Literacy Desk (PollDesk), Faisal Riza, mengungkapkan hasil penelitian pihaknya sejak 10 Juli 2019 hingga 10 September 2019 menguak sejumlah entitas yang akan menjadi pembahasan publik dan elit politik terkait Pilkada 2020. “Soal polarisasi politik di Pilpres 2019 akan tetap terjadi di Pilkada 2020. Meski sudah mencair, tetap masih sangat terbuka dalam kerja membangun koalisi pencalonan kepala daerah,” kata Faisal, kemarin (17/9/2019).

Hal ini diperkuat oleh adanya keinginan dari sejumlah pihak untuk menyinergikan pembangunan di daerah  dengan program kerja pembangunan dari pemerintah pusat. Kemudian, patut diperhatikan adalah kelompok yang menjadi penentu dalam politik seperti investor dan sejenisnya. “Kelompok ini, tetap akan bersuara dalam gerakan yang mungkin tidak disadari publik secara umum,” katanya.

Faisal Riza yang juga Dosen UIN Sumatera Utara ini menambahkan, dalam Pilkada 2020 figur kandidat yang cenderung mendapatkan perhatian publik dalam Pilkada Serentak 2020 adalah figur generasi usia 25 – 50 tahun yang akan mencoba mengisi ceruk pada pilihan pemilih-pemilih milenial. Selain itu, figur dengan modal sosial, modal dan ekonomi yang mumpuni juga akan menjadi opsi untuk dibicarakan publik.

“Figur yang membawa kerja programatik juga menjadi perhatian publik. Meski kebanyakan figur seperti ini, rentan dalam Pilkada 2020 karena persoalan finansial,” bebernya.

Faisal menyebutkan, hal yang menjadi temuan mereka juga menyentuh kalangan perempuan. Kata alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, terjadi kecenderungan minimnya calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah dari kalangan perempuan.

“Soal penyebabnya tentu harus diselidiki lebih dalam. Tapi hal ini tidak jauh dari hasil Pemilu 2019. Di mana, calon legislatif perempuan sedikit yang berhasil menembus parlemen di kab/kota maupun Provinsi Sumatera Utara,” terangnya.

Diketahui, PollDesk menyelenggarakan penelitian dengan metode media review dan Focus Group Discussion. Media review dianggap sebagai metode pengumpulan informasi yang valid karena media merupakan sarana yang paling dekat dalam merasakan denyut nadi geliat kehidupan masyarakat. FGD dilakukan untuk mengonfirmasi hasil temuan dari media review. FGD itu sendiri melibatkan sejumlah ahli di antaranya statistik, komunikasi, sosiologi dan politik.  Selain itu juga terdapat agamawan, tokoh masyarakat serta pegiat perempuan dan anak.

Loading...

Komentar Facebook