Akibat Uang Hilang, Pemprov Sumut Non Aktifkan Tiga Pejabat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara menonaktifkan tiga pejabat terkait uang Rp 1.6 miliar milik Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut yang hilang di parkir Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (9/9) lalu.

Loading...

Penontaktifan itu dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan internal yang sedang dilakukan Inspektorat. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengatakan, pemeriksaan terus berjalan, dan ini untuk memudahkan hal itu.

“Tiga orang pejabat itu, di antaranya Raja Indra Saleh sebagai Sekretaris BPKAD yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I BPKAD,” kata Musa.

“Diharap mereka lebih fokus menghadapi pemeriksaan. Sehingga masalah ini segera terungkap dan dapat menjadi pelajaran ke depan,” tuturnya.

Selain menonaktifkan tiga pejabat, Gubernur juga menunjuk 4 pejabat untuk mengisi posisi yang lowong, yaitu Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ismael Parenus Sinaga menjadi Plt Kepala BPKAD, Kabid Perbendarahaan, Halimatusakdiah sebagai Plt Sekretaris BPKAD.

Kabid Bina Keuda Kab/Kota, Mhd Rahmadani Lubis sebagai Plt Kabid Pengelolaan Anggaran, dan Kasubbid Pengelola Anggaran II, Ahmad Syafei sebagai Plt Kasubbid Pengelola Anggaran I.

Musa berharap dan meminta, peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan semua pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut untuk memiliki rasa tanggungjawab dalam melaksanakan tugas.

“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, karena itu, saya minta seluruh pejabat memiliki rasa tanggungjawab dan mempedomani aturan yang sudah ada,” tegasnya.

Loading...

Komentar Facebook